Klaim Temuan Puing MH370 di Teluk Benggala Diragukan

Klaim Temuan Puing MH370 di Teluk Benggala Diragukan

- detikNews
Rabu, 30 Apr 2014 13:20 WIB
Klaim Temuan Puing MH370 di Teluk Benggala Diragukan
Ilustrasi (AFP)
Perth -

Klaim terbaru soal temuan puing pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 diragukan banyak pihak. Tim pencari MH370 yang selama beberapa minggu melakukan pencarian di perairan Samudera Hindia meragukan puing tersebut berkaitan dengan pesawat yang membawa 239 orang.

Perusahaan eksplorasi yang berbasis di Adelaide, Australia, GeoResonance mengklaim telah menganalisis area di Teluk Benggala yang dipenuhi gelombang elektromagnetik yang berujung pada temuan citra multispektrum pesawat. GeoResonance memakai teknologinya yang selama ini bergerak di bidang eksplorasi.

Alasan keraguan ini, seperti dilansir CNN, Rabu (30/4/2014), cukup jelas yakni karena lokasi temuan tersebut letaknya sangat jauh dari lokasi pencarian MH370 saat ini. Pusat koordinasi pencarian MH370 di Australia, Joint Agency Coordination Centre (JACC) membantah klaim tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pencarian yang dipimpin Australia mengandalkan informasi satelit dan data lainnya untuk menentukan lokasi pesawat yang hilang tersebut," terang JACC.

"Lokasi yang ditentukan oleh laporan GeoResonance tidak berada di area lengkung pencarian yang berasal dari data ini. Tim gabungan internasional puas bahwa tempat persemayaman terakhir pesawat yang hilang tersebut ada di bagian selatan area lengkung pencarian," imbuhnya.

Terhadap temuan baru ini, Pelaksana Tugas Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein menyatakan Malaysia berusaha mengkonfirmasinya. "Terus bekerja dengan mitra internasional untuk menganalisis kredibilitas informasi ini," tuturnya.

Sementara itu, seorang sumber yang dekat dengan penyelidikan MH370 menuturkan kepada CNN, bahwa Inmarsat, perusahaan Inggris yang satelitnya menangkap pergerakan terakhir MH370, tetap meyakini analisisnya bahwa pesawat tersebut berakhir di perairan Samudera Hindia bagian selatan.

Menurut sumber tersebut, analisis Inmarsat didasarkan bahwa matematika dan fisika yang bisa diuji. Analisis Inmarsat juga telah diperiksa oleh Amerika Serikat, Inggris, dan juga Malaysia, serta sebuah perusahaan satelit independen.

Lokasi yang menjadi temuan GeoResonance berjarak sekitar 5 ribu kilometer dari lokasi pencarian yang ditetapkan JACC di perairan barat Perth, Australia. GeoResonance melakukan pemindaian unsur-unsur logam di dasar laut. Laporan awal dugaan penemuan ini sudah dikirimkan GeoResonance saat baterai black box sisa 2 pekan. Tim dari GeoResonance juga memverifikasi temuan itu dengan membandingkan analisa citra di area yang sama pada 5 Maret, 3 hari sebelum pesawat hilang. GeoResonance mengirimkan laporan lengkap pada 15 April 2014.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads