Korea Utara Sebut Obama 'Mucikari' dan Presiden Korsel 'Pelacur Licik'

Korea Utara Sebut Obama 'Mucikari' dan Presiden Korsel 'Pelacur Licik'

- detikNews
Senin, 28 Apr 2014 19:30 WIB
Korea Utara Sebut Obama Mucikari dan Presiden Korsel Pelacur Licik
Foto: AFP
Jakarta - Korea Utara menyebut Presiden Barack Obama sebagai 'mucikari' dan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye sebagai 'pelacur licik'. Hal ini dikatakan Korea Utara saat Obama melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Korea Selatan. Dalam kunjungan itu, kedua pemimpin mendesak Korea Utara agar tidak melanjutkan program nuklirnya.

"Tindakan Park Geun-hye terhadap Obama sama seperti seorang gadis cilik yang meminta seorang gangster memukuli seseorang yang tidak dia sukai. Pelacur licik ini berusaha menjebak seseorang dengan mengumpan tubuhnya kepada seorang mucikari yang sangat berkuasa," kata Komite Reunifikasi Damai Korea (CPRK) seperti dilansir dailymail, Senin (28/4/2014).

Selain itu, Korut juga menyebut Obama sebagai 'Dalang' dan Park sebagai 'Wayang'. Park akan membayar mahal akan hal ini.

CPRK menganggap perkataan Presiden Obama dan Presiden Park untuk menghentikan program nuklir, adalah sebuah penghinaan yang tak bisa diterima terhadap pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Bahkan CPRK mengatakan seharusnya Obama menunda kunjungannya mengingat Korsel baru saja tertimpa musibah yakni tenggelamnya kapal Sewol yang mengangkut ratusan siswa SMA. CPRK menganggap kunjungan Obama itu mengabaikan kesedihan warga Korsel atas insiden tersebut.

"Kunjungan terakhir dengan Obama hanya menegaskan kembali keyakinan lama kami bahwa satu-satunya pilihan cara menghadapi musuh lama AS adalah dengan memperkuat tekad tetap dengan kebijakan kami untuk melawan perang dengan nuklir, "kata CPRK.

Korea Utara memang dikenal suka mengkritik pemimpin Korea Selatan, seperti yang terjadi pada pemimpin Korsel sebelumnya, Lee Myung-Bak. Kritikan yang ditujukan pada Presiden Park bahkan lebih bersifat masif dan gender mengingat Park merupakan presiden perempuan pertama di Korsel.

(slm/ahy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini