Pemerintah Malaysia Ingatkan Soal Biaya Besar dalam Pencarian MH370

Pemerintah Malaysia Ingatkan Soal Biaya Besar dalam Pencarian MH370

- detikNews
Kamis, 17 Apr 2014 17:47 WIB
Pemerintah Malaysia Ingatkan Soal Biaya Besar dalam Pencarian MH370
Hishammuddin Hussein (Reuters)
Kuala Lumpur -

Pemerintah Malaysia mengingatkan tentang biaya besar yang dibutuhkan dalam upaya pencarian puing pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Hal ini dianggap menunjukkan keseriusan pemerintah Malaysia dalam operasi pencarian MH370.

"Ketika kami melihat pada penyelamatan (puing) pada kedalaman 4,5 kilometer, tidak ada militer manapun yang memiliki kapasitas untuk melakukannya," ucap Plt Menteri Transportasi Malaysia yang juga Menteri Pertahanan, Hishammuddin Hussein kepada wartawan seperti dilansir AFP, Kamis (17/4/2014).

"Kami harus mencari kontraktor, dan biayanya tentu akan besar," imbuhnya, tanpa menyebut perkiraan biaya tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misi pencarian MH370 kini difokuskan pada pengerahan kapal selam mini milik militer Amerika Serikat bernama Bluefin-21 yang mampu menyelam hingga kedalaman 4.500 meter. Namun Bluefin-21 yang mulai dikerahkan sejak Senin (14/4) belum juga membuahkan hasil signifikan.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott dalam wawancara dengan media AS, Wall Street Journal, menyatakan bahwa Bluefin-21 akan mampu menyelesaikan tugasnya dalam waktu setidaknya seminggu. Jika tidak, maka menurut Abbott, tim pencari harus memikirkan cara lain.

Hishammuddin mengaku sepakat dengan Abbott. Menurutnya, akan ada saatnya bagi tim pencari serta otoritas terkait untuk memikirkan ulang dan mempertimbangkan kembali langkah pencarian MH370 yang ditempuh.

"Tapi dalam kondisi apapun, pencarian akan terus dilanjutkan. Ini hanya masalah pendekatan," terang Hishammuddin tanpa menjelaskan lebih lanjut pendekatan lain yang dimaksud.

Awal pekan ini, kepala tim gabungan pencari MH370, Angus Houston menuturkan bahwa otoritas terkait sudah mulai memikirkan metode alternatif, termasuk menggunakan peralatan bawah laut yang mampu menyelam lebih dalam dari Bluefin-21. Namun Houston tidak memberikan penjelasan spesifik mengenai metode alternatif tersebut.

(nvc/ita)


Berita Terkait