"Tujuan kami adalah memastikan kondisi untuk sebuah pemungutan suara yang bebas," kata Putin seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (17/4/2014).
Hal tersebut disampaikan Putin untuk menjelaskan tentang tentara-tentara berseragam militer tanpa lencana yang muncul di Crimea pada akhir Februari lalu. Saat itu, sebagian besar dari mereka berjaga di sekeliling pangkalan-pangkalan militer Ukraina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putin juga menegaskan bahwa dialog merupakan satu-satunya cara untuk mengakhiri krisis di Ukraina.
"Hanya dengan dialog, dengan prosesur demokrasi dan bukan dengan penggunaan militer, tank-tank dan pesawat-pesawat, maka ketertiban bisa diterapkan di negeri tersebut," tegas Putin.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov mengumumkan di halaman Facebook-nya bahwa tiga aktivis pro-Rusia tewas dan 13 lainnya terluka dalam bentrokan dengan pasukan Ukraina di sebuah pangkalan militer di pelabuhan Laut Hitam Mariupol pada Rabu malam (16/4) waktu setempat. Avakov mengatakan 63 orang lainnya juga ditangkap.
(ita/ita)











































