Putin Akui Pasukan Rusia Ada di Crimea Sebelum dan Saat Referendum

Putin Akui Pasukan Rusia Ada di Crimea Sebelum dan Saat Referendum

- detikNews
Kamis, 17 Apr 2014 16:55 WIB
Putin Akui Pasukan Rusia Ada di Crimea Sebelum dan Saat Referendum
Foto: Reuters
Moskow, - Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa tentara-tentara Rusia memang berada di wilayah Crimea, Ukraina sebelum dan selama referendum berlangsung di wilayah itu. Ini merupakan pertama kalinya Putin mengakui keberadaan pasukan Rusia di wilayah Ukraina.

"Tujuan kami adalah memastikan kondisi untuk sebuah pemungutan suara yang bebas," kata Putin seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (17/4/2014).

Hal tersebut disampaikan Putin untuk menjelaskan tentang tentara-tentara berseragam militer tanpa lencana yang muncul di Crimea pada akhir Februari lalu. Saat itu, sebagian besar dari mereka berjaga di sekeliling pangkalan-pangkalan militer Ukraina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di belakang pasukan pertahanan lokal adalah tentara-tentara kami. Mereka bertindak dengan benar, tegas dan profesional," tutur Putin. "Kami harus melindungi masyarakat dari kemungkinan penggunaan senjata di pangkalan-pangkalan militer Ukraina," tandasnya.

Putin juga menegaskan bahwa dialog merupakan satu-satunya cara untuk mengakhiri krisis di Ukraina.

"Hanya dengan dialog, dengan prosesur demokrasi dan bukan dengan penggunaan militer, tank-tank dan pesawat-pesawat, maka ketertiban bisa diterapkan di negeri tersebut," tegas Putin.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov mengumumkan di halaman Facebook-nya bahwa tiga aktivis pro-Rusia tewas dan 13 lainnya terluka dalam bentrokan dengan pasukan Ukraina di sebuah pangkalan militer di pelabuhan Laut Hitam Mariupol pada Rabu malam (16/4) waktu setempat. Avakov mengatakan 63 orang lainnya juga ditangkap.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads