Koordinator Joint Agency Coordination Centre (JACC), Angus Houston, pesawat selam mini untuk melacak keberadaan MH370 di Samudera Hindia yang luas nan dalam itu segera diluncurkan. Berbekal petunjuk sinyal sebelumnya dan ceceran minyak, mereka mulai memiliki gambaran zona yang harus disisir.
"Kami belum mendeteksi sinyal apa pun selama enam hari, jadi saya rasa saatnya untuk menyelam," kata Houston dalam jumpa pers yang disiarkan langsung oleh CNN, Senin (15/4/2014).
Salah satu kapal selam mini yang dipersiapkan untuk turun ke bawah laut adalah Bluefin-21. Autonomous Underwater Vehicle (AUV) tersebut berbentuk seperti misil yang dilengkapi sonar pemindai samping, profiler bawah air, multibeam echosounder, dan kamera digital. Robot ini juga dilengkapi dengan sistem navigasi yang akurat di bawah air. Bluefin-21 bisa menyelam hinga kedalaman 4.500 meter.
Sebelumnya empat sinyal sudah terdeteksi di Samudera Hindia yang diduga dari black box MH370. Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott sangat yakin bahwa sinyal-sinyal tersebut berasal dari kotak hitam pesawat yang hilang pada 8 Maret itu.
Namun PM Abbott mengingatkan bahwa pencarian puing pesawat bisa berlangsung untuk waktu yang lama. Dikatakannya, meskipun pesawat MH370 memang berada di dasar lautan yang masuk area pencarian di Samudera Hindia, menemukannya merupakan tugas yang masiv.
(mad/ita)











































