Namun sejauh ini, tak ada kepastian apakah teknologi itu ditempatkan di lokasi yang tepat. Sebabnya, sejauh ini belum ada satu serpihan pun yang ditemukan untuk memberikan gambaran lebih pasti mengenai lokasi jatuhnya pesawat.
"Sejujurnya, yang terbaik yang bisa kita lakukan saat ini adalah meletakkan aset-aset tersebut di lokasi terbaik -- tebakan terbaik yang kita punya -- dan membiarkannya bekerja," kata pejabat Angkatan Laut Amerika Serikat William Marks kepada CNN, Jumat (4/4/2014).
"Sampai kita mendapatkan bukti puing yang konklusif, itu cuma tebakan," imbuhnya.
Selain di bawah laut, pencarian besar-besaran juga terus berlangsung di atas permukaan laut.
Sebelumnya, pejabat-pejabat telah mengingatkan kemungkinan bahwa operasi pencarian multinasional ini bisa berlangsung sangat lama. Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott bahkan menyebut pencarian ini sebagai "yang paling sulit dalam sejarah manusia". Bahkan diingatkan Abbott, tak ada jaminan bahwa pesawat yang hilang pada 8 Maret itu akan bisa ditemukan.
"Kita tak bisa yakin akan keberhasilan dalam pencarian MH370," tutur Abbott dalam konferensi pers di Perth, Australia yang menjadi pusat operasi pencarian MH370. "Namun kita bisa pastikan bahwa kita akan mengerahkan segala upaya -- bahwa kita tak akan menyerah -- sampai kita telah melakukan semua yang bisa dilakukan manusia," tandas pemimpin negeri Kangguru itu.
(ita/nrl)











































