Hal ini disampaikan Inspektur Jenderal Polisi, Tan Sri Khalid Abu Bakar sebagaimana dikutip The Star, Selasa (25/3/2014).
Khalid menegaskan, pihaknya tetap memfokuskan empat hal dalam penyelidikan yakni dugaan pembajakan, sabotase, masalah psikologis dan persoalan pribadi.
"Fokusnya masih pada empat bidang. Kami belum siap untuk mengumumkan temuan apapun namun karena membahayakan penyelidikan," kata Khalid dalam konferensi pers harian.
Khalid menambahkan, simulator milik pilot MH370, Kapten Zaharie Ahmad Shah masih diperiksa.
"Kami sedang menunggu laporan dari investigator luar negeri," ujarnya.
Khalid mengatakan data yang terhapus pada 3 Februari dari simulator Zaharie, merupakan data tiga jenis permainan penerbangan
Pesawat MH370 dinyatakan hilang setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Pesawat dengan 227 penumpang dan 12 kru itu kemudian dinyatakan jatuh di Samudera Hindia.
(fdn/mpr)










































