Rute yang Ditempuh MH370 Berdasarkan Analisis Otoritas Inggris

Rute yang Ditempuh MH370 Berdasarkan Analisis Otoritas Inggris

- detikNews
Selasa, 25 Mar 2014 19:05 WIB
Rute yang Ditempuh MH370 Berdasarkan Analisis Otoritas Inggris
Straits Times
Kuala Lumpur - Pengumuman resmi pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 berakhir di Samudera Hindia didasari oleh data satelit Inmarsat yang diperkuat analisa ahli. Bagaimana rute perjalanan pesawat tersebut menurut mereka?

Dari foto yang dilansir Straits Times, Selasa (25/3/2014), tampak ada dua garis yang diduga sebagai jalur perjalanan pesawat berisi 239 orang tersebut. Garis kuning adalah rute konstan dengan kecepatan 450 knot dan garis merah konstan dengan kecepatan 400 knot.

Dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, sore ini, Plt Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein menegaskan kembali, analisa data satelit yang ditangkap oleh perusahaan satelit Inggris, Inmarsat dan didukung oleh badan Inggris, UK Air Accidents Investigation Branch (AAIB), telah mendasari otoritas Malaysia menyimpulkan bahwa MH370 berakhir di Samudera Hindia bagian selatan.

"Informasi ini pada dasarnya cukup teknis. Jadi meskipun saya menyampaikan informasi yang banyak, saya tidak dalam posisi menjawab pertanyaan mengenai analisa data ini," imbuhnya.

Berikut bunyi keterangan lengkap mengenai analisa data satelit Inmarsat yang disampaikan oleh Hishammuddin secara detail:

Dalam beberapa hari terakhir, Inmarsat mengembangkan suatu teknik inovatif yang menghitung kecepatan pesawat dikaitan dengan satelit. Berdasarkan pada pergerakan ini, frekuensi yang diterima dan ditransmisikan akan berbeda dari yang biasanya, atau dalam kasus yang sama menunjukkan bahwa suara mobil yang melintas akan berubah ketika datang mendekat atau sudah melewati. Ini yang disebut efek Doppler.

Teknik Inmarsat menganalisa perbedaan antara frekuensi yang diharapkan diterima oleh ground station dengan frekuensi yang sebenarnya terjadi. Perbedaan ini merupakan hasil dari efek Doppler dan dikenal juga sebagai Burst Frequency Offset.

Saat di daratan di bandara Kuala Lumpur, dan pada tahap awal penerbangan, MH370 mentransmisikan sejumlah pesan. Pada tahap ini lokasi pesawat dan juga satelit bisa diketahui, jadi sangat mungkin untuk menghitung sistem karakteristik pesawat, satelit dan ground station.

Sepanjang penerbangan, ground station akan merekam sinyal frekuensi yang ditransmisikan dan diterima pada setiap sambungan. Mengetahui karakteristik sistem dan posisi satelit dimungkinkan, kemudian mempertimbangkan performa pesawat, untuk menentukan di mana saja penghitungan setiap lengkungan Burst Frequency Offset terekam dengan baik.

Analisa menunjukkan korelasi yang lemah dengan koridor utara, tapi menunjukkan korelasi yang baik dengan koridor selatan, dan berdasarkan pada kecepatan dasar pesawat, dimungkinkan untuk memperkirakan posisi pada 0011 UTC (waktu universal), yang juga menjadi lokasi sambungan penuh terjadi. Saya harus menekankan bahwa ini bukan posisi terakhir pesawat.

Ada bukti terjadinya sambungan tidak penuh antara pesawat dan ground station pada 0019 UTC. Pada tahap ini, transmisinya tidak dipahami dengan baik dan dianggap sebagai sambungan yang terus berlangsung.

Tidak ada respon diterima dari pesawat pada 0115 UTC, ketika ground station di bumi mengirimkan pesan log on atau log off selanjutnya. Ini mengindikasikan bahwa pesawat tidak lagi tersambung pada jaringan.

Oleh karena itu, ada waktu antara 0011 UTC dan 0115 UTC, pesawat tidak lagi mampu berkomunikasi dengan ground station. Hal ini konsisten dengan ketahanan maksimum pesawat.

Analisa oleh Inmarsat ini menyusun dasar bagi studi lebih lanjut dalam upaya penentuan posisi terakhir pesawat. Dengan demikian, investigasi Malaysia akan mengacu pada kelompok kerja internasional, lembaga kredibel dengan keahlian dalam satelit komunikasi dan performa pesawat, untuk meneruskan kerja ini.

(mad/nvc)


Berita Terkait