Abyss, Si 'Yellow Submarine' yang akan Bantu Cari Black Box MH370

Abyss, Si 'Yellow Submarine' yang akan Bantu Cari Black Box MH370

- detikNews
Selasa, 25 Mar 2014 18:17 WIB
Abyss, Si Yellow Submarine yang akan Bantu Cari Black Box MH370
(Foto: Reuters)
Kiel - Yellow Submarine bukan cuma jadi lagu karya Beatles yang kemudian dibuat film animasinya tahun 1960-an. Abyss, 'Yellow Submarine' yang tak berawak ini bakal membantu pencarian Malaysia Airlines (MAS) MH370.

Abyss, nama kapal selam tak berawak itu, sebelumnya juga adalah judul film fiksi ilmiah karya James Cameron, yang juga menyutradarai Titanic, pada tahun 1989 yang bercerita tentang penyelamatan kapal selam AS yang tenggelam.

Pakar kelautan Jerman dari Helmholtz Oceanography Institute di Kiel dan mitranya dari AS Woods Hole Institute do Massachusetss berencana menerjunkan 3 kapal selam yang dinamakan Abyss. Helmholtz memiliki 1 kapal dan Woods Hole memiliki 2 kapal.

Peranti yang biasa disebut Autonomous Underwater Vehicle (AUV) ini dilengkapi sensor, kamera dan sistem sonar ultra sensitif, berbentuk torpedo dan dicat kuning untuk memudahkan identifikasi. Kapal ini bisa menyelam sampai kedalaman 6 ribu meter di bawah permukaan laut selama lebih dari 24 jam. Ukurannya kecil, sekitar 12 kaki atau sekitar 3,6 meter membuatnya gesit bila melakukan pencarian.

Selama ini kapal ini dipakai untuk riset-riset kelautan. Bila dinilai, kapal ini senilai 1,5 juta Euro atau 1,26 juta poundsterling atau setara Rp 23,6 miliar.

"Kami sudah setuju untuk bergabung melakukan pencarian bersama mitra Amerika kami. Dengan sonar dari 3 kapal selam, memungkinkan untuk mencari di wilayah yang lebih besar," kata Direktur Helmholtz Institute, Peter Herzig seperti dikutip dari Der Spiegel, Selasa (25/3/2014).

Apalagi, dia telah melakukam pemeriksaan mesin dan sensor kapal selam untuk operasi SAR itu. Herzig mengatakan pencarian MH370 mungkin bisa lebih mudah menggunakan kapal selam ini.

3 Kapal selam tak berawak ini tahun 2011 pernah digunakan melacak serpihan Air France 447 yang jatuh tanpa jejak di Samudera Atlantik pada 2009 lalu.

"Kalau kita bisa mempersempit wilayah pencarian, saya optimis bisa menemukan serpihan pesawat di dasar laut," kata Herzig.


(nwk/nrl)


Berita Terkait