Diberitakan CNN, Selasa (25/3/2014), sedikitnya ada empat negara yang membantu proses pencarian di koridor selatan ini. Mereka adalah Australia, Amerika Serikat, China dan Selandia Baru.
Aset yang sudah digunakan sejauh ini adalah satelit. China menggunakan satelit 'Gaofen-1', sementara AS lewat perusahaan DigitalGlobe memakai satelit WorldView-2. Prancis juga tak kalah kontribusinya ketika mengirim sebuah gambar satelit diduga puing MH370. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) juga ikut ambil bagian dalam upaya pencarian ini.
Untuk jalur udara, sedikitnya ada lima pesawat yang sudah bergerak. Mereka semua dikoordinir oleh Australia di pangkalan Perth, Australia. Sejauh ini ada pesawat jenis P-3 Orion milik AS, Australia, Selandia Baru dan Jepang yang turun ke lokasi. Lalu ada juga pesawat P-8 Poseidon milik AS, serta Ilyushin Il-76 China yang pada Senin (24/3) kemarin melihat obyek benda putih di lautan yang diduga serpihan MH370.
Armada yang diterjunkan ke lautan jauh lebih banyak. Ada kapal pemecah es milik China, lalu kapal HMS Echo Inggris, kapal angkatan laut Amerika Serikat dan tentu saja kapal milik Australia, HMAS Success. Tak lupa, sebuah alat pendeteksi kotak hitam yang menempel di kapal juga ikut menelusuri keberadaan puing pesawat.
Berikut infografis upaya pencarian puing di Samudera Hindia yang berjarak 2.000-2.500 km barat daya Perth tersebut:

(mad/nrl)











































