Dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, Selasa (25/3/2014), CEO Malaysia Airlines, Ahmad Jauhari Yahya merasakan duka mendalam terkait peristiwa ini. Keluarga besar maskapai tersebut bakal terus mendoakan keluarga penumpang agar bisa tabah menghadapi kejadian tersebut.
"Malaysia Airlines sudah menyediakan bantuan keuangan sebesar US$ 5.000," kata Ahmad Jauhari seperti dikutip keterangannya dari situs resmi Malaysia Airlines.
Malaysia Airlines juga sudah menyiapkan 700 tenaga yang mendedikasikan dirinya bagi keluarga korban. Mereka akan diberikan perhatian, bimbingan dan konsultasi. Bahkan mereka juga sudah menambah 40 orang tenaga baru.
"Sebagai tambahan, akomodasi hotel, untuk maksimal lima orang keluarga per penumpang, transportasi dan makanan dan pengeluaran lain sudah dikeluarkan sejak 8 Maret 2014 dan akan terus berlanjut," terangnya.
MAS MH370 hilang sejak 8 Maret 2014 lalu. Setelah melakukan upaya pencarian selama 18 hari, PM Malaysia Najib Razak akhirnya memastikan pesawat itu mengakhiri perjalanannya di Samudera Hindia. Namun tak jelas, kenapa pesawat itu bisa berada di sana dan melenceng jauh dari rute seharusnya ke Beijing.
(mad/nrl)











































