Pada Senin (24/3) malam, tim SAR setempat berhasil menemukan enam jasad lagi dari timbunan lumpur yang memenuhi area bencana. Demikian seperti dilansir The Seattle Times, Selasa (25/3/2014).
Sedangkan untuk korban hilang, terjadi penambahan cukup signifikan, yakni dari 108 orang menjadi 176 orang. Kepala Departemen Penanggulangan Darurat John Pennington menjelaskan bahwa penghitungan awal memang masih samar-samar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Snohomish County Distrik 21, Travis Hots menyebut situasi di area longsor sangat suram. "Kami masih menaruh harapan bahwa kami akan menemukan korban selamat. Kami masih dalam mode penyelamatan," jelasnya.
Sementara itu, ahli geologi dari Departemen Sumber Daya Alam, Dave Norman menyatakan bahwa tanah longsor ini masih terus bergerak. Muncul kekhawatiran bagi tim penyelamat yang terus mencari korban di area longsor yang rawan.
"Hal ini sedang kami coba untuk tangani dengan lebih baik. Jika kita bisa melihat adanya pergerakan lebih sedikit, kita akan bisa memberi tahu apakah aman bagi para penyelamat untuk kembali (ke area)," terang Norman.
Area yang dilanda longsor pada Sabtu (22/3) waktu AS ini nyaris mencapai 1 mil persegi. Tebing yang muncul di pegunungan akibat longsor ini mencapai ketinggian 182 meter dan sepanjang 457 meter.
"Ini merupakan salah satu tanah longsor terbesar yang pernah saya lihat," tandasnya.
(nvc/ita)










































