Dua Versi Rute MH370 Sampai Akhirnya Jatuh di Samudera Hindia

Dua Versi Rute MH370 Sampai Akhirnya Jatuh di Samudera Hindia

- detikNews
Selasa, 25 Mar 2014 09:36 WIB
Dua Versi Rute MH370 Sampai Akhirnya Jatuh di Samudera Hindia
Koridor selatan
Jakarta - Pihak Malaysia telah mengumumkan secara resmi bahwa pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 berakhir di area terpencil Samudera Hindia bagian selatan. Misteri perubahan jalur pesawat tersebut belum terjawab, termasuk rute yang ditempuh pesawat tersebut.

Versi pertama, seperti yang dinyatakan oleh PM Malaysia dalam konferensi pers pada Sabtu (15/3/2014) sore, yakni MH370 bergerak dalam dua kemungkinan koridor utara (Perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan menuju Thailand utara) dan koridor selatan (Indonesia menuju Samudera Hindia bagian selatan).

Belakangan diketahui bahwa MH370 ditemukan di titik di sekitar koridor selatan. Puing MH370 ditemukan, di sekitar 2.000 km di lepas pantai Perth.

Garis koridor selatan, yang membentang dari Malaysia, Laut Jawa, Pulau Jawa, dan Samudera Hindia diyakini masih menjadi versi rute yang dilintasi MH370. Jika versi ini benar, maka MH370 melewati 'jantung Indonesia'. Dari garis koridor yang dipaparkan pihak Malaysia, MH370 melewati Jawa Barat atau sekitar wilayah DKI Jakarta.

Sedangkan versi kedua, seperti dilansir Malaysian Insider yang merujuk pada data Satelit Inmarsat, disebutkan bahwa MH370 menuju ke arah barat ke laut Andaman. Lalu dari titik itu, MH370 berbelok tajam ke selatan, melewati lautan sebelah barat Aceh hingga akhirnya berhenti di lepas pantai Perth.

Rute versi kedua ini, tak menyentuh wilayah Indonesia. Versi ini juga sejalan dengan pernyataan pihak TNI AU yang menyatakan MH370 tak pernah terdeteksi radar.

"Kalaupun masuk ke wilayah Indonesia, pasti tertangkap oleh radar kita. Dan kita nggak nangkap," ujar Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (15/3/2014).

Ketika PM Najib Razak menyampaikan bahwa MH370 jatuh di sebelah barat Perth, pihak TNI AU juga tetap menyatakan pesawat tersebut tidak pernah memasuki wilayah Indonesia.



(fjr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads