Akhir yang Menyedihkan Bagi Keluarga Penumpang MAS MH370

Akhir yang Menyedihkan Bagi Keluarga Penumpang MAS MH370

- detikNews
Selasa, 25 Mar 2014 08:43 WIB
Akhir yang Menyedihkan Bagi Keluarga Penumpang MAS MH370
Keluarga penumpang MAS (New Straits Times)
Kuala Lumpur - Mendengar pengumuman 'berakhirnya' pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Samudera Hindia, keluarga penumpang tak dapat menahan kesedihan mereka. Masih merasa kaget dan hancur, keluarga penumpang asal Malaysia berusaha tegar dan menerima takdir.

Zamani Zakaria yang merupakan ayah penumpang asal Malaysia bernama Ahmad Razahan Zamani (23) menyatakan keluarganya akan bisa menerima kenyataan ini secara perlahan. Zamani menyadari bahwa semua ini adalah kehendak Tuhan.

"Pencarian untuk mereka sekarang berakhir. Setidaknya, kita tidak harus menunggu lagi bagaikan penyiksaan," tuturnya ketika dihubungi via telepon, seperti dilansir The Star, Selasa (25/3/2014).

Sementara itu, ibunda seorang penumpang asal Malaysia lainnya, Khairul Amri Selamat, sempat pingsan beberapa kali hingga harus dilarikan ke klinik terdekat. Khairul merupakan teknisi penerbangan yang menumpang MAS MH370 untuk menjalankan tugas di Beijing.

"Saya sangat sedih hal seperti ini bisa terjadi kepadanya," ucap Normah Jaafar (56) sambil terisak di bahu kerabatnya, seperti dilansir New Straits Times. Keluarga Khairul mengakui pihak bisa menerima nasib tragis yang dialami Khairul. Namun mereka berharap, setidaknya jasad Khairul bisa ditemukan.

Respons yang membuat terharu muncul dari putri kepala pramugara MH370, Andrew Nari. Remaja bernama Maira Elizabeth Nari ini mengungkapkan perasaannya via Twitter dan menggugah hati banyak orang.

"Saya tidak tahu harus berkata apa :'). Tuhan lebih menyayangimu, Ayah.... Tuhan lebih menyayangi mereka. :')," demikian tulis Maira dalam akun Twitter-nya @Gorgxous.

Sementara itu, seorang ayah penumpang MH370 lainnya terdengar tertegun ketika The Star menghubunginya di kediamannya di Klang, pada Senin (24/3) malam. Putra G Subramaniam yang bernama Puspanathan (34) merupakan seorang marketing manager yang bekerja di Petronas dan terbang ke Beijing untuk bekerja.

Menurut Subramaniam, kerabatnya mulai mendatangi kediamannya. Dari sambungan telepon tersebut, terdengar suara seorang wanita yang diyakini istri Subramaniam terus meratap.

Respon emosional muncul dari keluarga penumpang asal China. Dalam pernyataanya, mereka menyebut pemerintah Malaysia sebagai pembunuh yang sebenarnya atas keluarga mereka. Mereka menyatakan Perdana Menteri (PM) Najib Razak memberi pernyataan tanpa menyampaikan bukti langsung.

"Sejak 8 Maret ketika mereka (Malaysia) mengumumkan bahwa MH370 kehilangan kontak hingga hari ini, 18 hari telah berlalu dan selama itu pemerintah Malaysia dan militer terus mencoba untuk menunda, menipu keluarga penumpang dan menipu seluruh dunia," tegas Chinese Family Committee.

"Perilaku ini tidak hanya menipu dan menyakiti keluarga dari 154 penumpang (dari China) tetapi juga menunda penyelamatan. Membuang begitu banyaknya sumber daya dan waktu yang berharga untuk upaya penyelamatan. Jika memang 154 penumpang (asal China) memang tewas, Malaysia Airlines, pemerintah Malaysia dan militer Malaysia adalah eksekutor yang sebenarnya. Kami mengirimkan protes terkuat kami untuk melawan mereka. Kami akan melakukan segala cara untuk mengejar kejahatan yang tidak termaafkan dan pertanggungjawaban dari mereka," tandasnya.

Keluarga penumpang asal Indonesia mengaku kaget mendengar pengumuman resmi pemerintah Malaysia soal MH370. Namun demikian, mereka masih berharap adanya keajaiban.

(nvc/nrl)


Berita Terkait