"AMSA telah mengkaji risiko dan menetapkan bahwa kondisi cuaca saat ini akan membuat kegiatan pencarian udara dan laut berbahaya serta menimbulkan risiko bagi awak. Oleh sebab itu, AMSA telah menunda semua operasi pencarian lewat laut dan udara untuk hari ini akibat kondisi cuaca tersebut," kata AMSA seperti dilansir dari AFP, Selasa (24/3/2014).
Angin kencang hingga 80 km/jam mendera wilayah tersebut ditambah dengan hujan deras dan awan dengan ketinggian rendah antara 200-500 kaki.
Keputusan itu menyusul pengumuman dari pemerintah Malaysia pada Senin (24/3) malam, yang memastikan bahwa pesawat yang hilang tersebut telah jatuh. Pernyataan itu menghapus harapan dari keluarga 239 penumpang di pesawat namun tidak menjelaskan mengapa menyimpang sejauh itu.
PM Malaysia Najib Razak mengatakan bahwa analisis terbaru dari data satelit tentang jalur pesawat menempatkan posisi terakhirnya di perairan terpencil di sisi barat Australia. Lokasi itu jauh dari kemungkinan lokasi pendaratan mana pun.
(nvc/nvc)











































