Hal tersebut dilaporkan media Inggris, Daily Mirror yang mengutip sumber AS. Disebutkan sumber tersebut, agen-agen intelijen AS tengah menyelidiki latar belakang Zaharie (53) dan kopilotnya Fariq Abdul Hamid (27). Namun penyelidikan terhadap Hamid hampir selesai dan sejauh ini tak ada hal aneh yang muncul. Ini artinya, Zaharie kini menjadi fokus penyelidikan.
"Tampaknya tak ada apapun dalam kehidupan Fariq Hamid yang bisa dijadikan sebagai motif untuk pembajakan," ujar sumber tersebut seperti dilansir New Straits Times, Senin (24/3/2014).
"Namun kehidupan pribadi Zaharie jauh lebih kompleks dan saat ini sedang dalam proses untuk diuraikan," imbuh sumber yang tahu mengenai penyelidikan AS tersebut.
Menurut Daily Mirror, minat FBI adalah pada kehidupan pribadi Zaharie termasuk hubungannya dengan keluarganya dan aktivitas politiknya.
FBI juga tertarik pada laporan yang menyebutkan bahwa Zaharie menerima panggilan telepon berdurasi dua menit dari seorang wanita misterius, sesaat sebelum pesawat MAS MH370 lepas landas dari Kuala Lumpur, Malaysia pada 8 Maret lalu.
Namun perihal telepon misterius ini telah dibantah otoritas Malaysia yang menyebutnya sebagai spekulasi semata.
(ita/nrl)










































