Angkatan Laut AS menyebut tindakan ini sebagai langkah pencegahan jika temuan-temuan obyek mengapung telah dikonfirmasikan dan lokasi keberadaan MH370 ditemukan. Temuan obyek mengapung yang dimaksud adalah temuan satelit AS, kemudian temuan satelit China dan terakhir temuan Prancis, yang semuanya berlokasi di Samudera Hindia bagian selatan yang kini menjadi fokus pencarian.
"Jika lokasi puing dikonfirmasikan, Towed Pinger Locator 25 milik Angkatan Laut AS akan memberikan keuntungan signifikan dalam mencari kotak hitam pesawat Malaysia yang hilang," jelas juru bicara Armada Ketujuh AS, William Marks dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Senin (24/3/2014).
Sistem pencari kotak hitam tersebut menggunakan sinyal akustik untuk membantu mencari rekaman penerbangan, yang biasa disebut kotak hitam. Alat bernama TPL-25 ini biasa digunakan untuk mencari kotak hitam pada pesawat milik militer maupun milik maskapai komersial yang jatuh ke lautan dalam.
TPL-25 mampu melakukan pencarian hingga kedalaman 20 ribu kaki atau 6.000 meter. Seperti diketahui lokasi pencarian MH370 di Samudera Hindia mencapai kedalaman sekitar 4.000 meter.
Namun demikian, Angkatan Laut AS mengingatkan bahwa pengerahan TPL-25 ini bukan berarti bahwa lokasi MAS MH370 yang hilang telah ditemukan.
"Tolong dicatat bahwa pengerahan Towed Pinger Locator ke wilayah pencairan bukan indikasi bahwa kami mendapat konfirmasi temuan puing. Ini merupakan langkah pencegahan agar jika kami menemukan puing (MH370), kami siap untuk menerjunkan peralatan ini untuk mendengar sinyal kotak hitam," jelasnya.
(nvc/ita)










































