Kolonel Yuli Mamchur, komandan Lanud Belbek dibawa militer Rusia pada Minggu (24/3/2014). Penangkapan dilakukan setelah pasukan Rusia berhasil merangsek masuk ke landasan tersebut.
Dilansir ABC, istri Mamchur mengatakan suaminya dibawa oleh Rusia ke penjara militer di Sevastopol. Hal tersebut terungkap dari pembicaraan telepon Mamchur secara diam-diam. Setelah itu, pembicaraan terputus.
Sedangkan para bawahan Mamchur menolak untuk keluar dari Crimea dan memilih bertahan di Lanud Belbek. Mereka baru mau keluar setelah Mamchur dilepaskan.
Pada pagi harinya, pasukan Rusia memblokir jalanan menuju landasan udara tersebut menggunakan tank-tank. Setelah itu terjadi konfrontasi di antara kedua belah pihak.
Militer Rusia lantas bisa melaju ke dalam lanud. Satu orang dilaporkan terluka, belum diketahui dari pihak mana.
Serangan Rusia ini mendapatkan kecaman dari Gedung Putih, AS. "Militer Rusia bertanggung jawab langsung atas adanya setiap kematian, -- entah itu pasukan mereka menggunakan seragam reguler atau tidak -- pasukan Ukraina," demikian pernyataan seorang pejabat senior Gedung Putih.
(fjr/fjp)











































