Pencarian MAS MH370 di Samudera Hindia yang Mengandalkan Mata Manusia

Pencarian MAS MH370 di Samudera Hindia yang Mengandalkan Mata Manusia

- detikNews
Sabtu, 22 Mar 2014 16:27 WIB
Pencarian MAS MH370 di Samudera Hindia yang Mengandalkan Mata Manusia
Reuters
Perth - Mencari obyek di tengah Samudera Hindia dengan gelombang besar bukanlah tugas yang mudah. Misi pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 kini bergantung pada teropong binokular dan kemampuan mata manusia untuk mencari lokasi pesawat atau benda yang berkaitan dengan pesawat tersebut.

Sistem radar canggih dan berteknologi tinggi yang digunakan dalam pencarian sejauh ini belum berhasil menemukan jejak MAS MH370 yang hilang sejak dua minggu lalu. Hal ini memaksa tim SAR untuk mengubah strategi pencarian.

Otoritas Australia yang memimpin pencarian di koridor selatan yang membentang di Samudera Hindia kini terus melakukan pencarian di area terpencil yang berjarak 2.500 kilometer barat daya Perth, Australia. Meski menumpang pesawat canggih, kini tim SAR setempat lebih memprioritaskan petunjuk visual daripada radar, terutama semenjak adanya cuaca buruk yang kerap menghambat pencarian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir AFP dan ABC News, Sabtu (22/3/2014), sebanyak enam pesawat dikerahkan dalam pencarian hari ini. Sejumlah personel pemantau udara yang berpengalaman ikut dalam pesawat tersebut. Mereka melakukan pemantauan secara manual dengan menggunakan teropong binokular di atas hamparan laut yang luas.

Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss menuturkan, pencarian akan terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak unit. Truss yang ditunjuk menjadi penjabat Perdana Menteri selama Tony Abbot melakukan kunjungan ke Papua Nugini ini berbicara di Pangkalan Udara Pearce di Western Australia.

"Sudah ada 15 unit yang dikerahkan dari pangkalan ini, terutama pesawat Orion milik Australia dan pesawat Orion milik Selandia Baru, tapi ada juga pesawat P8 Poseidon milik AS dan sejumlah pesawat sipil yang terlibat pencarian," terangnya.

"Sementara pesawat-pesawat ini dilengkapi teknologi canggih, sebagiam besar pencarian sebenarnya mengandalkan visual, dengan mata manusia, pria dan wanita yang mampu melihat hamparan laut dan berusaha mencari dan mengambil setiap serpihan atau puing yang mungkin berkaitan dengan hilangnya pesawat," imbuh Truss.

Selain menggunakan pesawat, sejumlah kapal juga ikut serta dalam pencarian ini. Salah satunya kapal kargo berbendera Norwegia, Hoegh St Petersburg yang telah berada di area pencarian sejak Kamis (20/3). Namun belum ada satupun benda yang ditemukan terkait MAS MH370.

"Pencarian sejauh ini dilakukan dari dek kapal. Dan ini sangat wajar karena kapal ini memiliki ketinggian 25 meter, jadi dari atas dek kapal, Anda bisa memiliki pemandangan yang bagus dan cukup jauh," terang Olav Sollie dari perusahaan pemilik kapal ini.

Sollie menambahkan, gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian 3 meter di area pencarian, sehingga tidak memungkinkan untuk mengerahkan perahu kecil ke laut untuk melakukan pencarian.

Kapal lainnya yang membantu pencarian yakni kapal suplai milik Australia, HMAS Success yang memiliki crane untuk mengambil puing di lautan. Kapal yang diperkirakan akan tiba di lokasi pencarian pada Sabtu (22/3) sore ini akan melakukan pencarian secara manual via visual.

"Kami akan menempatkan pengawas di dek atas dan kami akan mengurangi kecepetan dan melintasi area tersebut sambil melakukan pencarian terhadap obyek atau apapun yang menyerupai puing pesawat," terang Kapten Allison Norris yang memimpin HMAS Success, kepada Sydney Morning Herald.

(nvc/gah)


Berita Terkait