Parahnya, orang-orang ini menghujani para penyelidik insiden ini, termasuk Departemen Penerbangan Sipil Malaysia (DCA) dan juga polisi setempat dengan surat dan email mengenai keyakinan mereka akan teori di luar akal sehat manusia tersebut. Demikian seperti dilansir The Star, Sabtu (22/3/2014).
Salah satu penyelidik dari DCA menuturkan bahwa pihaknya harus mengerahkan waktu dan tenaga ekstra untuk menangani orang-orang seperti ini. Penyelidik ini menyatakan, orang-orang ini terus menghubungi mereka tanpa henti sehingga sangat mengganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak paham bagaimana orang-orang ini bisa mengharapkan kami mempercayai cerita mereka yang terlalu mengada-ada ini," ucap penyelidik yang tidak bisa disebut namanya tersebut.
Teori aneh lainnya datang dari seorang pria yang berprofesi sebagai pengawas pabrik, yang mengklaim dirinya mendapat penglihatan bahwa alien telah 'mengambil' pesawat tersebut dan mengamankannya di salah satu negara Islam di dunia. Tidak disebutkan negara yang dimaksud.
Menurut penyelidik tersebut, DCA bahkan terpaksa melaporkan salah satu 'informan' teori aneh tersebut ke polisi. Sebabnya, seseorang yang menyembunyikan identitasnya ini mengancam untuk bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak jika DCA tidak menanggapi teori anehnya soal MAS MH370.
"Lebih banyak waktu terbuang sia-sia ketika kami memeriksa teori dari seorang sales executive asal Penang, yang mengklaim pesawat tersebut berada di sebuah bandara kosong di Pulau Weh, Indonesia. Dia bahkan memberikan koordintas GPS kepada kami, tapi tidak ada apa-apa di sana," keluhnya.
"Orang-orang benar-benar harus memikirkan dan menyimpan teori gila mereka untuk diri mereka sendiri," tandasnya.
(nvc/gah)










































