Pusat Penyelamatan dan Pencarian Maritim Nasional China menyatakan seperti dilansir New Straits Times, Jumat (21/3/2014), ketiga kapal itu tengah dalam perjalanan menuju kawasan selatan Samudera Hindia, lokasi terdeteksinya dua benda besar yang mengapung sekitar 2.300 kilometer barat daya Perth, Australia.
Tidak disebutkan kapan kapal-kapal perang tersebut akan tiba di lokasi terpencil itu. Sebelumnya, ketiga kapal yang diberi nama Kunlunshan, Haikou dan Qiandaohu tersebut melakukan pencarian di dekat wilayah perairan Sumatera.
Pusat Penyelamatan dan Pencarian Maritim Nasional China menyatakan, kapal militer China lainnya, Snow Dragon, kemungkinan juga bakal dikerahkan dalam pencarian ini. Kapal penghancur es tersebut saat ini berada di wilayah Perth barat setelah melakukan perjalanan ke Antartika.
Pencarian pesawat MAS saat ini difokuskan pada area terpencil di kawasan selatan Samudera Hindia yang tergolong perairan berbahaya. Hamparan laut dalam di area tersebut sangat bergejolak hingga dijuluki 'Roaring Forties'.
Pada area terpencil seluas 23 ribu kilometer persegi tersebut tertangkap satelit dua obyek yang diduga puing MAS MH370. Satu dari dua benda tersebut ditaksir berukuran panjang 24 meter. Satu benda lainnya berukuran lebih kecil.
Sejumlah armada kapal dan pesawat dikerahkan ke lokasi tersebut untuk mencarinya pada Kamis (20/3) namun belum membuahkan hasil. Pencarian dilanjutkan kembali pada Jumat (21/3) pagi.
Menurut ABC News mengutip Australia's ABC Science, Jumat (21/3/2014), perairan di kawasan Samudera Hindia bagian selatan tersebut dikategorikan sangat berbahaya. Julukan 'Roaring Forties' diberikan karena gelombang laut yang sangat besar dan angin kencang yang menyelimuti wilayah antara Lintang 40 derajat dan 50 derajat tersebut.
Pergerakan angin di wilayah tersebut sama sekali tidak memiliki hambatan dengan tidak adanya daratan, sehingga mampu menciptakan gelombang laut hingga setinggi 6 meter, bahkan lebih.
(ita/nrl)











































