Buntut 'Pencaplokan' Crimea, AS Perluas Sanksi untuk Rusia

Buntut 'Pencaplokan' Crimea, AS Perluas Sanksi untuk Rusia

- detikNews
Jumat, 21 Mar 2014 03:13 WIB
Buntut Pencaplokan Crimea, AS Perluas Sanksi untuk Rusia
Warga Crimea usai referendum (New York Times)
Washington - Buntut dari 'pencaplokan' Crimea oleh Rusia, Amerika Serikat menerapkan lebih banyak sanksi kepada otoritas Rusia. Orang-orang yang masuk dalam lingkaran dalam Presiden Vladimir Putin dan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Rusia menjadi target sanksi ini.

"Rusia harus tahu bahwa eskalasi lanjut hanya akan mengisolasinya dari dunia internasional," ujar Obama saat berbicara di Gedung Putih AS, seperti dilansir AFP, Jumat (21/3/2014).

Sanksi baru AS ini ditargetkan kepada sekitar 20 anggota parlemen dan pejabat senior pemerintahan Rusia serta tokoh penting Rusia. Daftar ini merupakan tambahan dari 11 orang yang sebelumnya telah dijatuhi sanksi oleh otoritas AS.

Penerapan sanksi ini berdampak pada pembekuan aset di bawah yurisdiksi AS dan melarang perusahaan-perusahaan AS untuk melakukan transaksi bisnis dengan pihak-pihak yang dijatuhi sanksi. Sanksi ini juga bertujuan untuk mengagalkan usaha pihak-pihak yang dijatuhi sanksi, untuk melakukan bisnis internasional dalam mata uang dolar AS.

Departemen Keuangan AS mengidentifikasi institusi keuangan yang terkait dalam hal ini, yakni Aktsionerny Bank of the Russian Federation atau yang juga disebut Bank Rossiya. Bank ini diketahui memegang aset penting milik para pejabat tinggi pemerintah Rusia dan tokoh penting di sekitar Putin. Seorang pejabat senior AS bahkan menyebut Bank Rossiya sebagai bank kroni.

Mereka yang dijatuhi sanksi ini antara lain, sejumlah anggota parlemen dan orang dekat Putin, termasuk sejumlah pengusaha ternama. Vladimir Yakunin selaku Kepala Departemen Kereta Api Rusia dan Arkady Rotenberg serta Boris Rotenberg yang merupakan konglomerat kakak-beradik yang dekat dengan Putin juga masuk dalam daftar.

Kakak-beradik Rotenberg menerima kontrak miliaran dolar pada pergelaran Olimpiade Musim Dingin Sochi, Februari lalu. Nama lainnya yakni Gennady Timchenko yang merupakan salah satu penemu Gunvor, perusahaan komoditas energi dan minyak ternama Rusia.

Tidak hanya itu, pemilik saham terbesar pada Bank Rossiya, Yuri Kovalchuk juga masuk dalam daftar yang dijatuhi sanksi AS. Semua sanksi ini, menurut Obama, dijatuhkan sebagai bagian dari respon AS atas tindakan Rusia terhadap Crimea.

Dalam pernyataannya, Obama juga menyampaikan ancaman terhadap perekonomian Rusia jika perilaku ini tidak berubah. Obama menyatakan dirinya telah menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkannya untuk menargetkan sektor khusus dalam ekonomi Rusia.

"Ini bukan pilihan yang kami inginkan," tegas Obama.

(nvc/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads