Seperti dilansir The Star, Kamis (20/3/2014), kapal milik Angkatan Laut Inggris yang bernama HMS Echo telah berada di area Samudera Hindia.
Kapal ini didesain khusus untuk mengumpulkan data di lautan, dalam misi mendukung operasi kapal selam dan kapal amfibi. Kapal ini dilengkapi dengan perahu motor untuk survei dan membawa kontingen dari Royal Marines.
Pelaksana Tugas Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein menyebut dua obyek yang tertangkap satelit di Samudera Hindia tersebut cukup kredibel. Sejumlah armada kapal telah dikerahkan ke lokasi dan masih dalam perjalanan ke lokasi yang cukup terpencil.
Kapal niaga milik Norwegia, Hoegh St Petersburg menjadi kapal pertama yang tiba di lokasi temuan tersebut. Namun kapal tersebut belum menemukan dua obyek mencurigakan yang diduga berasal dari MH370.
Dua obyek yang tertangkap satelit oleh Australian Maritime Safety Authority (AMSA) berada di kawasan selatan Samudera Hindia, sekitar 2.500 kilometer barat daya kota Perth, Australia. Satu dari dua benda tersebut ditaksir berukuran panjang 24 meter. Satu benda lainnya berukuran lebih kecil.
Diketahui bahwa foto satelit tersebut diambil pada Minggu, 16 Maret lalu. Ini berarti sudah sekitar lima hari berlalu sejak foto tersebut diambil. Kemungkinan besar dua obyek tersebut sudah tidak berada di lokasi yang sama.
Sedikitnya empat pesawat yang sudah meluncur ke lokasi sejak informasi soal dua obyek tersebut mengemuka. Selain Orion milik Australia, ada juga Royal New Zealand Air Force Orion dan P8 Poseidon. Namun sayangnya pesawat-pesawat tersebut belum berhasil menemukan obyek yang dimaksud karena awan dan hujan membatasi pandangan.
(nvc/mok)











































