Media Australia, Sydney Morning Herald, Kamis (20/3/2014), menyebutkan foto satelit tersebut diambil pada Minggu, 16 Maret lalu. Ini berarti sudah sekitar lima hari berlalu sejak foto tersebut diambil.
Kemungkinan besar dua obyek tersebut sudah tidak berada di lokasi yang sama. Berdasar foto yang dirilis hari ini, obyek itu berada di titik 44:02:02S, 091:13:27E. Posisinya berada 185 km ke arah tenggara dari tempat pencarian yang seharusnya dilakukan hari ini.
Dua obyek ini sudah dianalisis oleh Organisasi Geospasial-Intelijen Australia dan diduga merupakan bagian dari puing MH370.
Dalam konferensi pers yang digelar hari ini, General Manager Australian Maritime and Safety Aurhority (AMSA), John Young, menyatakan pihaknya perlu kehati-hatian dalam menganalisis foto satelit tersebut sebelum merilisnya ke publik.
Penjelasan yang sama juga disampaikan oleh Australian Air Comodore John McGarry yang terlibat pencarian MAS MH370. McGarry menjelaskan mengapa diperlukan waktu beberapa hari sebelum merilisnya ke publik dan memberitahu otoritas Malaysia.
"Tugas untuk menganalisis citra satelit tersebut cukup sulit, diperlukan menggambar kerangka dan kemudian memeriksanya kerangka demi kerangka. Pada saat citra satelit ini ditemukan untuk mengungkap obyek yang diduga dan mengindikasikan puing-puing, kami telah meneruskan informasinya dari pertahanan kepada AMSA untuk ditindaklanjuti," jelasnya seperti dilansir nydailynews.com.
Dalam akun Twitter resmi mereka, AMSA menyatakan bahwa awak dari kapal pengintai P3 Orion tidak berhasil menemukan obyek yang tampak dalam foto satelit tersebut pada Kamis (20/3) ini. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya jarak pandang mata, terutama karena tebalnya awan dan juga hujan deras di sekitar lokasi.
Kendati demikian, AMSA memastikan bahwa pencarian akan terus dilakukan.
(nvc/mok)











































