Dubes Rusia untuk RI Kecam Sanksi AS dan Uni Eropa Terkait Crimea

Dubes Rusia untuk RI Kecam Sanksi AS dan Uni Eropa Terkait Crimea

- detikNews
Kamis, 20 Mar 2014 21:01 WIB
Dubes Rusia untuk RI Kecam Sanksi AS dan Uni Eropa Terkait Crimea
Jakarta - Referendum Crimea yang telah ditandatangani Presiden Rusia Vladimir Putin menuai kecaman dari Amerika Serikat dan Uni Eropa. Negara barat melakukan pembekuan aset dan larangan perjalanan terhadap 21 pejabat Rusia dan Crimea. Namun langkah AS dan Uni Eropa itu ditanggapi dingin oleh Duta Besar Federasi Rusia di Republik Indonesia, Mikhail Y. Galuzin.

"Kami tidak memperhatikan sanksi-sanksi yang diterapkan oleh mereka (negara barat-red). Kalau bicara mengenai sanksi kepada kami, sekarang segala sesuatu di dunia ini saling terkait satu sama lain. Maka bisa dikatakan sanksi ini akan merugikan semua pihak," tutur Mikhail dalam Konferensi Pers di kediamannya di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/3/2014).

Dia juga mengatakan, tindakan tersebut menunjukkan ketidakprofesionalan negara barat dalam menyikapi hal ini. Sebab menurutnya, pemberian sanksi atau isolasi ini hanya akan merugikan semua pihak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut saya semua pembahasan tema soal isolasi Rusia tidak profesional. Pengalaman dari dunia modern, usaha isolasi ini hanya akan sia-sia saja. Isolasi terhadap Rusia adalah hal yang mustahil," lanjutnya.

Mikhail menjelaskan pencaplokan Crimea oleh Rusia tidak menyalahi aturan apa pun. Sebab, prosesnya sudah sesuai dengan prosedur dan norma hukum di sana. Terdapat 82 persen penduduk yang tercatat memiliki hak suara berpartisipasi hingga hasilnya mencapai lebih dari 96 persen memilih untuk bergabung dengan Federasi Rusia.

(mok/mok)


Berita Terkait