Disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) MAS Ahmad Jauhari Yahya, seperti dilansir The Star, Kamis (20/3/2014), bahwa keluarga 239 penumpang awak pesawat selalu menjadi prioritas utama bagi pihaknya.
"Kami selalu memperhatikan keluarga (penumpang) dan, dengan asumsi jika telah dikonfirmasi bahwa pesawat memang berada di suatu lokasi dekat Australia, kami akan langsung mengatur penerbangan keluarga ke sana," jelas Ahmad Jauhari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Keselamatan Maritim Australia atau Australian Maritime Safety Authority (AMSA) telah melihat kedua obyek lewat gambar satelit di kawasan selatan Samudera Hindia, sekitar 2.500 kilometer barat daya kota Perth, Australia. Satu dari dua benda tersebut ditaksir berukuran panjang 24 meter. Satu benda lainnya berukuran lebih kecil.
Sedikitnya 4 pesawat yang sudah meluncur ke lokasi sejak informasi soal dua obyek tersebut mengemuka. Selain Orion milik Australia, ada juga Royal New Zealand Air Force Orion dan P8 Poseidon.
Namun sayangnya pesawat-pesawat tersebut belum berhasil menemukan obyek yang dimaksud karena awan dan hujan membatasi pandangan.
(nvc/mad)











































