"Menurut propek muslim Tartar di Ukraina sangat cerah, mereka akan memanfaatkan haknya di Russia dan menggunakan bahasa sendiri. Ada tiga bahasa yang akan dipakai, bahasa Rusia, bahasa Ukraina, dan bahasa Tartar," ujar Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y Galuzin kepada wartawan di kediamannya, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Meskipun sebanyak 96 persen warga Crimea mendukung pemisahan dari Ukraina untuk bergabung ke Rusia melalui referendum, bagi etnis minoritas muslim Tatar, hasil referendum ini membuat takut mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Dubes Galuzin memastikan bahwa Rusia akan menjamin kerukunan hidup antar umat beragama. Menurut Galuzin, warga berbeda agama di Rusia selalu bisa hidup rukun.
"Rusia juga merupakan sesuatu negara yang hidup rukun dengan semua agama, baik Kristen Ortodoks, Islam, dan lain-lain," ucapnya.
"Kami tidak melihat sesuatu yang negatif," tegas Galuzin.
(nvc/mad)











































