Otoritas Rusia Jamin Hak Muslim Tartar di Crimea Tak Akan Diabaikan

Otoritas Rusia Jamin Hak Muslim Tartar di Crimea Tak Akan Diabaikan

- detikNews
Kamis, 20 Mar 2014 19:17 WIB
Otoritas Rusia Jamin Hak Muslim Tartar di Crimea Tak Akan Diabaikan
Mikhail Y Galuzin (detikcom/Ayu)
Jakarta - Bergabungnya Crimea dengan Rusia menuai kecaman pemimpin dunia serta memicu keresahan warga minoritas terutama etnis muslim Tartar. Di sisi lain, otoritas Rusia menjamin bahwa hak kaum minoritas tidak akan diabaikan.

"Menurut propek muslim Tartar di Ukraina sangat cerah, mereka akan memanfaatkan haknya di Russia dan menggunakan bahasa sendiri. Ada tiga bahasa yang akan dipakai, bahasa Rusia, bahasa Ukraina, dan bahasa Tartar," ujar Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y Galuzin kepada wartawan di kediamannya, Jakarta, Kamis (20/3/2014).

Meskipun sebanyak 96 persen warga Crimea mendukung pemisahan dari Ukraina untuk bergabung ke Rusia melalui referendum, bagi etnis minoritas muslim Tatar, hasil referendum ini membuat takut mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka khawatir akan kembali mengalami penindasan yang dialami mereka selama berabad-abad di bawah pemerintahan Uni Soviet. Jumlah warga muslim Tatar yang mencakup 12 persen populasi Crimea, telah memboikot referendum tersebut.

Namun, Dubes Galuzin memastikan bahwa Rusia akan menjamin kerukunan hidup antar umat beragama. Menurut Galuzin, warga berbeda agama di Rusia selalu bisa hidup rukun.

"Rusia juga merupakan sesuatu negara yang hidup rukun dengan semua agama, baik Kristen Ortodoks, Islam, dan lain-lain," ucapnya.

"Kami tidak melihat sesuatu yang negatif," tegas Galuzin.

(nvc/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads