Namun sayangnya, data radar tersebut tidak bisa diungkapkan ke publik karena terlalu sensitif. Pelaksana Tugas Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein juga menolak untuk menyebutkan dari negara mana saja data radar yang diterima Malaysia.
"Saya bisa memastikan bahwa kami telah menerima sejumlah data radar, tapi kami tidak bisa merilis informasi dari negara lain. Saya memohon kepada semua mitra kami untuk terus memberikan informasi apapun yang bisa membantu penyelidikan dan pencarian MH370," terang Hishammuddin dalam konferensi pers seperti dilansir Strait Times, Rabu (19/3/2014).
Hishammuddin menambahkan, otoritas Malaysia telah secara resmi mengirimkan permintaan bantuan kepada 26 negara.
"Sejumlah aset yang telah dipersiapkan menunggu izin diplomatik untuk memulai operasi. Begitu kami menerima izin resmi, kami akan langsung mempercepat pengerahan aset di sepanjang koridor pencarian," jelasnya.
Operasi pencarian MAS MH370 kini mencakup area seluas 2,24 juta mil laut persegi atau setara 7,6 juta kilometer persegi yang membentang dari wilayah Kazakhstan dan Turkmenistan di kawasan Asia Tengah, hingga ke wilayah Samudera Hindia. Pencarian ini dilakukan dengan melibatkan 26 negara termasuk Indonesia.
Hishammuddin menambahkan, fokus pencarian masih pada mempersempit koridor pencarian yang begitu luas.
Menurut Hishammuddin, otoritas Malaysia telah memeriksa seluruh latar belakang penumpang MAS MH370, kecuali dari Rusia dan Ukraina. Sejauh ini belum ada data signifikan yang ditemukan. Ditegaskan Hishammuddin, seluruh penumpang dan awak pesawat tetap tidak bersalah hingga bisa dibuktikan sebaliknya.
(nvc/ita)











































