Analisa teori yang disampaikan Keith Ledgerwood, yang mengaku seorang penggemar penerbangan dan senang menerbangkan pesawat sebagai hobi ini, menyebar luas di media sosial. Ledgerwood menuangkan analisisnya pada akun Tumblr miliknya, seperti dilansir media Malaysia, The Star, Rabu (19/3/2014).
Dalam analisanya, Ledgerwood meyakini bahwa sangat tidak mungkin MAS MH370 yang merupakan jenis Boeing 777-200ER tersebut, bisa lolos ke wilayah udara India dan Pakistan tanpa terdeteksi sedikit pun. Ledgerwood kemudian mencoba mereka-reka rute penerbangan yang mungkin dilalui MAS MH370 pada peta penerbangan.
"Gambarannya mulai berkembang ketika saya menemukan bahwa sebuah pesawat Boeing 777 lainnya tengah mengudara dari Singapura melintasi Laut Andaman pada saat yang sama," tulis Ledgerwood dalam postingannya di Tumblr.
"Saya kemudian menyelidiki lebih lanjut dan mencari tahu lokasi koordinat pesawat Singapore Airlines dengan nomor penerbangan 68 pada sekitar 1800-1815UTC (sekitar pukul 02.00-02.15 waktu Malaysia). Saya segera menyadari bahwa SQ68 berada di dekat pesawat MH370 yang hilang pada waktu yang sama," terangnya.
Menurut analisa Ledgerwood, pesawat SQ68 terbang melintasi Laut Andaman kemudian ke Teluk Benggala, lalu memasuki wilayah udara India untuk menuju ke tujuan akhirnya yakni Barcelona, Spanyol. "Keyakinan saya, MH370 tampaknya terbang di balik bayangan SQ68 melalui wilayah udara India dan Afghanistan," jelasnya.
Ledgerwood menambahkan, yang dimaksud dengan terbang di balik bayangan pesawat lain ini, bukan berarti MAS MH370 selalu berada di belakang pesawat lain tersebut. Namun bisa jadi pesawat menaikkan dan menurunkan ketinggian untuk menghindari terdeteksi radar militer.
Selanjutnya, muncul pertanyaan mengapa pesawat Singapore Airlines tidak mendeteksi keberadaan MAS MH370 yang terus mengikutinya. Ledgerwood menjelaskan bahwa besar kemungkinan MAS MH370 menjadi tidak terlihat oleh pesawat lain jika transpondernya telah dimatikan.
"Setelah memeriksa seluruh detail, pendapat saya adalah MH370 menyelinap dari Teluk Benggala dengan menggunakan SQ68 sebagai penutup yang sempurna. Pesawat itu masuk ke jangkauan radar di balik bayangan pesawat Boeing 777 lainnya, pesawat itu tetap ada di sana sepanjang jangkauan dan kemudian keluar dari bayang-bayang SQ68 lalu kemungkinan besar mendarat di salah satu dari sejumlah lokasi landasan di utara India dan Afghanistan," terang Ledgerwood yang juga seorang pekerja IT di Cincinnati, Amerika Serikat ini.
(nvc/ita)










































