Malaysia Sebut Pencarian MAS MH370 Lebih Besar dari Isu Politik

Malaysia Sebut Pencarian MAS MH370 Lebih Besar dari Isu Politik

- detikNews
Selasa, 18 Mar 2014 18:20 WIB
Malaysia Sebut Pencarian MAS MH370 Lebih Besar dari Isu Politik
Foto terakhir MAS MH370 saat mengudara (Reuters)
Kuala Lumpur - Isu-isu politik mewarnai insiden hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Otoritas Malaysia menyebut bahwa pencarian pesawat tersebut lebih besar dari politik.

Dalam konferensi pers, pelaksana tugas Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammudin Hussein meminta warga Malaysia untuk mengesampingkan perbedaaan pada masa-masa krusial seperti ini. Demikian seperti dilansir media Singapura, Straits Times, Selasa (18/3/2014).

Hishammuddin juga mendorong warga Malaysia untuk bersatu di tengah spekulasi bahwa pilot Kapten Zaharie Ahmad Shah memiliki motif politik untuk melakukan sabotase terhadap MAS MH370.

Kapten Zaharie diidentifikasi sebagai anggota Parti Keadilan Rakyat (PKR) sejak lama. PKR dibina oleh pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim. Tidak hanya itu, Kapten Zaharie juga merupakan kerabat jauh dari menantu Anwar Ibrahim.

Hishammudin juga menekankan bahwa pencarian MAS MH370 tetap menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Menurut Hishammuddin, isu politik tersebut muncul dan disoroti oleh media asing.

Dia menegaskan, pemerintah Malaysia tidak pernah berniat untuk mencuatkan isu tersebut sebagai usaha untuk mengalihkan perhatian dari kemampuan pencarian dan penyelamatan Malaysia.

Hal ini menyikapi pemberitaan media Inggris, The Mail, pada Minggu 16 Maret yang menuliskan bahwa Kapten Zaharie Ahmad Shah (53) merupakan pendukung politik Anwar yang fanatik dan obsesif.
Para penyelidik Malaysia mengungkapkan kepada The Mail, Zaharie mungkin telah membawa pesawat tersebut keluar dari rute aslinya: Kuala Lumpur-Beijing karena dia marah atas sidang banding kasus sodomi Anwar. Disebut media Inggris itu, Zaharie telah menyabotase pesawat sebagai bentuk protes kepada pemerintahan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads