Seperti dilansir AFP, Selasa (18/3/2014), pemerintah Malaysia telah meminta kepada otoritas Malaysia untuk memimpin pencarian di koridor selatan, yang diduga menjadi jalur penerbangan MAS MH370 setelah hilang kontak. Hal ini setelah hasil penyelidikan mengindikasikan bahwa pesawat tersebut sengaja dialihkan oleh seseorang di dalam pesawat yang memiliki kemampuan penerbangan.
Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) memimpin langsung pencarian ini. Manajer tim tanggap darurat pencarian ini, John Young mengatakan bahwa pencarian difokuskan pada area sejauh 3.000 kilometer yang ada di sebelah barat daya Perth, Australia.
"AMSA telah menentukan area pencarian yang sejalan dengan informasi yang kami miliki termasuk jangkauan pencarian baik nasional dan internasional. Pencarian ini akan sulit. Luasnya area pencarian memberikan tantangan yang besar -- area pencarian mencakup lebih dari 600 ribu kilometer persegi," jelas John Young.
"Mencari sebuah jarum di tumpukan jerami menjadi analogi yang tepat. Setidaknya dibutuhkan waktu beberapa minggu untuk melakukan pencarian secara menyeluruh," imbuhnya.
Pencarian yang dilakukan Australia ini mendapat bantuan dari Selandia Baru dan juga Amerika Serikat. Empat pesawat pengintai maritim jarak jauh jenis P-3C Orion dikerahkan dalam pencarian bersama dengan pesawat pengintai Orion milik Selandia Baru dan pesawat P-8 Poseidon milik AS.
Young menambahkan, China juga telah menawarkan untuk bergabung dalam pencarian ini dan menurutnya, tawaran ini tengah dipertimbangkan.
"Kami melakukan pencarian ini dengan sangat serius. Jika memang pesawat terbang ke selatan, ini merupakan perkiraan terbaik AMSA yang harus dicari," tegas Young.
Di dalam pesawat MAS MH370 yang membawa 227 penumpang dan 12 awak tersebut, terdapat 6 penumpang yang merupakan warga negara Australia.
(nvc/ita)










































