Duta Besar China di Kuala Lumpur, Malaysia, Huang Huikang menuturkan bahwa pemeriksaan latar belakang para penumpang asal China tidak berujung pada temuan bukti, yang menunjukkan keterlibatan warga negaranya dalam pembajakan ataupun serangan terorisme pada MAS MH370 tersebut.
"China telah melakukan investigasi secara teliti terhadap seluruh penumpang (asal China), dan tidak menemukan bukti apapun mengenai aktivitas sabotase," terang Huang kepada wartawan di Kuala Lumpur, seperti dilansir AFP dan South China Morning Post, Selasa (18/3/2014).
Pencarian pesawat tersebut telah memasuki hari ke-10. Otoritas China memfokuskan pencarian pada mencari koridor mana yang benar-benar dilalui pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 awak tersebut.
"Kuncinya sekarang adalah mempersempit daerah pencarian dan mengeliminasi satu dari dua koridor," jelasnya, sambil menambahkan bahwa China telah memulai pencarian di wilayah mereka sendiri yang masuk dalam koridor pencarian MAS MH370 tersebut.
Sebanyak 26 negara terlibat dalam pencarian MAS MH370 yang kini difokuskan pada dua koridor utama, yakni koridor utara di kawasan Asia Tengah, mulai dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan menuju Thailand utara dan koridor selatan mulai dari Indonesia menuju Samudera Hindia bagian selatan.
Hal ini setelah hasil investigasi menunjukkan bahwa pesawat tersebut sengaja dialihkan rutenya hingga menyimpang dari rute seharusnya, Kuala Lumpur-Beijing. Radar militer juga menangkap jejak pesawat yang terus mengudara selama beberapa jam setelah hilang kontak.
(nvc/ita)











































