PM Najib Minta Pemimpin Negara-negara Bantu Pencarian Pesawat MAS

PM Najib Minta Pemimpin Negara-negara Bantu Pencarian Pesawat MAS

- detikNews
Selasa, 18 Mar 2014 11:25 WIB
PM Najib Minta Pemimpin Negara-negara Bantu Pencarian Pesawat MAS
Kuala Lumpur, - Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak menelepon para para pemimpin negara-negara untuk meminta bantuan mereka dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370.

Najib telah berbicara dengan para pemimpin negara Turkmenistan, Kazakhstan, Bangladesh, India, Australia, Vietnam dan China. Demikian disampaikan Najib dalam laman Facebook-nya seperti dilansir kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Selasa (18/3/2014).

Dikatakan Najib, dirinya juga akan menelepon para pemimpin negara-negara lainnya yang wilayahnya masuk dalam dua macam koridor pencarian pesawat MAS yang hilang pada 8 Maret lalu.

Sementara itu, PM China Li Keqiang menyatakan, operasi pencarian pesawat yang mengangkut 239 orang tersebut tetap menjadi prioritas saat ini. Penumpang pesawat sebagian besar adalah warga China, yakni jumlahnya mencapai 154 orang.

"Meskipun wilayah pencarian terus meluas dan kesulitan-kesulitan di depan meningkat, selama masih ada peluang tipis sekalipun, kita tak akan menyerah," tegas Li dalam percakapan telepon dengan Najib.

Wilayah operasi pencarian diperluas setelah pemerintah Malaysia menyatakan bahwa dugaan adanya pembajakan di pesawat tersebut semakin menguat. Pelaksana Tugas Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein mengakui, sinyal pesawat dimatikan sebelum sang pilot mengucapkan "All right, good night".

Hishammuddin mengatakan, pilot tidak menjelaskan alasan matinya sinyal pesawat sebelum komunikasi terakhir ke Air Traffic Control (ATC) itu. Hal ini memperkuat teori yang menyebutkan salah satu pilot sengaja mengalihkan rute penerbangan pesawat.

"Ya, itu (sinyal) sengaja dimatikan sebelumnya," kata Menteri Pertahanan Malaysia, Hussein seperti yang dilansir New York Times, Senin (17/3/2014).

Temuan ini memperkuat dugaan alat pengirim sinyal pesawat atau transponder sengaja dimatikan oleh seseorang di dalam Boeing 777-200ER itu. Transponder itu menyiarkan sinyal radio dan satelit untuk mengirimkan data melalui ACARS.

ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System) adalah pancaran gelombang yang mengirim informasi kepada maskapai. ACARS bisa mengirim berbagai tipe pesan ke ATC, termasuk kondisi bahan bakar dan status mesin.

(ita/ita)


Berita Terkait