"Untuk keluarga, saya mengerti setiap hari terasa bagai penantian yang panjang. Saya mengerti karena warga Malaysia juga kehilangan, putra dan putri. Ada 50 warga Malaysia di pesawat itu," kata Hishammuddin seperti dikutip Bernama, Selasa (18/3/2014).
Menurut Hishammuddin, yang utama menemukan pesawat yang sudah lebih dari 10 hari hilang. Fokus pencarian kini di kawasan Samudera Hindia dan Selat Malaka, setelah diketahui pesawat tak melintas di Laut China Selatan.
"Kami tidak pernah berniat menahan informasi. Tapi kami punya tanggung jawab, tidak akan melepas informasi sampai terverifikasi oleh tim investigasi internasional," jelas Hishammuddin yang juga menteri pertahanan ini.
Tanggung jawab informasi bukan hanya untuk keluarga, tetapi juga bagi tim SAR yang bersusah payah melakukan pencarian di lapangan.
"Seperti ketika kami tahu kalau pesawat balik arah ke Selat Malaka, kami segera memperluas daerah pencarian, dan mencari di kawasan itu," tutup Hishammuddin.
(ndr/fdn)











































