Seperti dimuat Reuters, Selasa (18/3/2014) bom tersebut meledak pada sebuah akademi militer. Bom meledak di gerbang akademi tersebut dan menyerang tentara usai menghadiri upacara kelulusan akademi.
Ledakan pertama dimulai oleh sebuah mobil dekat gerbang. Kemudian disusul satu hingga dua mobil meledak kemudian menyerang 18 orang tentara yang melintas.
Selang satu jam kemudian terjadi sebuah ledakan terpisah namun masih dalam kota Benghazi. Ledakan tersebut terjadi di dekat perusahaan minyak negara Brega Petroleum Marketing Corporate dan menewaskan satu orang.
Ketidakstabilan di wilayah timur ini terjadi akibat pemerintah pusat Libya tak mampu mengendalikan keberadaan kelompok-kelompok bersenjata, milisi, dan kelompok separatis. Kelompok-kelompok ini merupakan mantan loyalis Qadafi yang menolak untuk melucuti senjata sehingga melakukan pemberontakan.
Belum ada pihak yang mengklaim melakukan aksi teror ini. Sebelumnya di wilayah ini para tentara Libya pernah memerangi kelompok garis keras Libya pimpinan Ansar Al Syariah.
(bpn/fdn)











































