Dalam pidatonya di televisi seperti dilansir CNN, Senin (17/3/2014) malam, Turchynov mengatakan pemerintahannya dapat melakukan segala kemungkinan untuk menyelesaikan krisis diplomatik ini. Dia memuji warganya yang menolak menanggapi provokasi Rusia dengan kekerasan.
Turchynov juga mengatakan bisa mengerahkan sebagian kekuatan militer dan mengatakan, "warga Ukraina harus bersatu dalam keluarga besar yang siap melindungi rumahnya," ujarnya.
"Kremlin takut dengan masa depan demokrasi yang kita bangun, dan ini adalah alasan untuk agresi mereka," lanjut Turchynov. "Tapi ini tidak akan menjadi hambatan bagi pembangunan sebuah negara demokrasi," tegas dia
Turchynov berbicara setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa menegaskan referendum Crimea ilegal. Para pejabat AS dan Uni Eropa mengumumkan sanksi terhadap para pejabat Rusia dan sekutu mereka di kawasan itu.
Turchynov mengatakan Ukraina bersedia untuk mengadakan pembicaraan dengan Rusia. "Tapi kami tidak pernah akan menerima mencaplok wilayah kita," tegasnya.
Di Washington, Presiden Barack Obama memperingatkan Moskow. "Intervensi militer Rusia di Ukraina hanya akan membuat isolasi terhadap diplomatik Rusia dan berdampak kepada perekonomian Rusia," ujar Obama
(fdn/ndr)











































