"Bahkan jika semua peralatan di dalam pesawat dimatikan, mereka mustahil untuk terbang melalui mode diam," begitu isi pernyataan yang ditandatangani Wakil Kepala Komite Penerbangan Kazakhstan, Mukhtybayev seperti diberitakan Reuters, Senin (17/3/2014).
Menurutnya, Malaysia Airlines memiliki 9 penerbangan reguler ke dan dari Eropa yang melintasi wilayahnya.
"Sebelum mencapai wilayah Kazakhstan, pesawat ini akan harus terbang di atas negara-negara lain di sepanjang rute, di mana zona penerbangan juga diawasi secara ketat. Jadi kita akan menerima informasi dari negara-negara tersebut," imbuh Mukhtybayev.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak sebelumnya juga meminta pimpinan Kyrgyztan membantu menyelidiki kemungkinan melintasnya pesawat MH370 di teritori udaranya.
"Pesawat itu tidak terbang di wilayah Kyrgyztan," kata pejabat Bandara Manas, Kyrgyztan, Dair Tokobayev kepada Reuters.
Dia menegaskan negaranya memiliki dua pangkalan udara militer yakni AS dan Rusia yang dilengkapi perlengkapan radar canggih yang dapat mendeteksi pesawat.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak dalam jumpa pers, Sabtu (15/3) menyampaikan, ada dua koridor baru yang terbaca dari radar militer mengenai pergerakan pesawat.
"Koridor utara yang bergerak dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan menuju Thailand utara, atau koridor selatan yang bergerak dari Indonesia menuju Samudera Hindia bagian selatan," papar Najib
Menurut Najib, berdasarkan data satelit, komunikasi terakhir pesawat MH370 dengan satelit adalah di salah satu dari dua koridor tersebut. Operasi pencarian pun kini akan difokuskan pada kedua koridor itu.
(fdn/ndr)










































