Menganalisis Pintu Kokpit dan Kemungkinan Pembajakan di MH370

Menganalisis Pintu Kokpit dan Kemungkinan Pembajakan di MH370

- detikNews
Senin, 17 Mar 2014 18:44 WIB
Menganalisis Pintu Kokpit dan Kemungkinan Pembajakan di MH370
airteamimages
Jakarta - Kokpit adalah zona 'terbatas' di dalam pesawat. Untuk masuk ke ruangan pilot tersebut, tidak bisa sembarangan. Pintu yang memisahkannya pun dirancang khusus tahan peluru. Mungkinkah bisa terjadi pembajakan?

Tahun 2002, Departemen Penerbangan Sipil Malaysia sudah mengeluarkan aturan yang mewajibkan pintu kokpit selalu dikunci. Dalam aturan tersebut ditulis: pintu selalu ditutup dan dikunci sepanjang waktu sejak proses keberangkatan hingga pendaratan, kecuali ada kebutuhan untuk memberi akses pada orang tertentu. Operator harus melarang kunci dek dimiliki oleh kru yang tidak ditugaskan di penerbangan.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, pintu kokpit pesawat didesain dengan bahan antipeluru. Para pilot bisa aman dari hantaman senjata api bila terjadi kontak senjata di atas pesawat. Lalu, para awak kabin pun tak bisa sembarangan masuk ke ruangan pilot dan kopilot tersebut. Mereka harus mengetuk atau setidaknya memberi tahu ada kepentingan apa-apa.

"Sangat sulit kalau ada yang mau memaksa masuk sebetulnya," kata Alvin saat berbincang dengan detikcom pekan lalu.

Nah, bagaimana dengan kasus pintu Malaysia Airlines? Dikutip dari Washington Times, ada seorang pengusaha yang mengaku kerap melihat pintu kokpit di maskapai itu yang tak selalu terkunci selama masa penerbangan.

Pebisnis yang namanya minta dirahasiakan itu bahkan pernah menguji kondisi pintu kokpit saat terbang. Ketika itu dia duduk di kursi bisnis. Setelah ke toilet, dia berjalan beberapa langkah dan mencoba membuka pintu kokpit dan dia bisa membuka pintu, namun menutupnya kembali.

"Dari pengalaman pribadi itu sepertinya orang akan mudah untuk masuk ke kokpit dan mengambil alih kemudi," ujarnya.

Pakar penerbangan yang diwawancarai New Straits Times mengatakan, tak mungkin pintu kokpit selalu terkunci selama penerbangan. Kadang pintu itu dibuka saat pilot atau kopilot hendak ke toilet atau berkeliling memeriksa penumpang di kabin jika ada masalah teknis.

Momen tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh seseorang yang dekat pintu kokpit untuk merangsek masuk dan mengambil alih kemudi sebelum sempat ditutup.

Namun pengalaman dan analisis di atas belum bisa menggambarkan kondisi MH370 yang sebenarnya. Saat ini, belum jelas apakah pintu kokpit itu terbuka atau tertutup. Peristiwa pembajakan pun belum pasti benar. Proses pencarian terhadap pesawat tersebut masih berlangsung. Sekadar informasi tambahan, Malaysia Airlines adalah salah satu maskapai terbaik di Asia Pasifik saat ini.

Direktur Komersial Malaysia Airlines Hugh Dunleavy memastikan pemeriksaan keamanan kokpit selalu dijaga. Dia juga menilai pengakuan dua wanita asal Afsel yang masuk ke kokpit saat terbang itu sulit dilakukan karena penjagaan yang ketat.

(mad/nrl)


Berita Terkait