Total ada 26 negara yang sekarang terlibat dalam upaya pencarian yaitu Malaysia, Australia, Bangladesh, Brunei, China, Prancis, India, Indonesia, Jepang, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Laos, Myanmar, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Turkmenistan, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, Uzbekistan, dan Vietnam.
Fokus utama mereka sudah berubah, dari sebelumnya berkutat di Laut China Selatan menjadi ke arah barat menuju Samudera Hindia. Hal ini dilakukan menyusul menguatnya dugaan pembajakan dan radar militer Malaysia menemukan jejak MH370 di selat Malaka.
Negara-negara tersebut juga diminta untuk mengerahkan bantuan tambahan dengan menyediakan data satelit, analisis serta kemampuan pencarian di lapangan, lalu data radar dan aset maritim dan juga udara.
Ada dua kemungkinan jalur baru yang ditempuh pesawat tersebut, yakni mengarah ke koridor utara kawasan Asia Tengah mulai dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan menuju Thailand utara, atau mengarah ke koridor selatan mulai dari Indonesia menuju Samudera Hindia bagian selatan.
"Baik koridor utara dan koridor selatan diperlakukan dengan sama pentingnya," ujar Kementerian Transportasi Malaysia.
Kedalaman laut Samudera Hindia rata-rata 3.890 meter. Titik terdalamnya adalah di palung Diamantina, mencapai 8.407 meter. Titik terdalam selanjutnya ada juga di palung Sunda, di kedalaman 7.258β7.725 meter.
Dengan demikian, maka upaya pencarian pesawat pun akan menjadi tantangan tersendiri. Mengingat lautnya yang begitu luas dan dalam, tidak akan mudah melacak keberadaan pesawat Boeing 777-200ER tersebut.
Berikut infografis data kedalaman laut dan area pencarian pesawat MAS:

(mad/nrl)











































