"Tentunya upaya pencarian dan penyelamatan kini telah menjadi semakin sulit, dan wilayahnya jauh lebih besar," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei seperti dikutip kantor berita Reuters, Senin (17/3/2014).
"Kami harap Malaysia bisa memberikan informasi yang lebih lengkap, akurat kepada negara-negara yang ikut serta (dalam pencarian)," imbuhnya.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda keberadaan pesawat yang telah menghilang lebih dari sepekan itu. Namun para penyelidik yakin bahwa pesawat yang mengangkut 239 orang itu, telah dengan sengaja dialihkan rute penerbangannya. Pelaku diduga salah satu pilot MAS MH370 atau orang lain di dalam pesawat yang memiliki pengetahuan penerbangan yang mumpuni.
Pemerintah Malaysia telah mengungkapkan secara resmi hasil investigasi yang mengindikasikan pesawat tersebut sengaja dialihkan rutenya hingga menyimpang dari rute seharusnya: Kuala Lumpur-Beijing. Radar militer juga menangkap jejak pesawat yang terus mengudara selama beberapa jam setelah hilang kontak.
Ada dua kemungkinan jalur baru yang ditempuh pesawat tersebut, yakni mengarah ke koridor utara kawasan Asia Tengah mulai dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan menuju Thailand utara, atau mengarah ke koridor selatan mulai dari Indonesia menuju Samudera Hindia bagian selatan.
(ita/ita)










































