96 Persen Warga Crimea Dukung Bergabung ke Rusia, Muslim Tatar Kian Resah

96 Persen Warga Crimea Dukung Bergabung ke Rusia, Muslim Tatar Kian Resah

- detikNews
Senin, 17 Mar 2014 11:37 WIB
96 Persen Warga Crimea Dukung Bergabung ke Rusia, Muslim Tatar Kian Resah
warga Crimea usai referendum (New York Times)
Kiev, - Para pemimpin Crimea menyatakan hasil referendum menunjukkan 96 persen warga Crimea mendukung pemisahan dari Ukraina untuk bergabung ke Rusia. Negara-negara Barat telah menyebut referendum ini ilegal dan akan memberikan sanksi.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah berbicara kepada Presiden Rusia Vladimir Putin terkait referendum tersebut. Obama mencetuskan, pemerintah AS dan negara-negara sekutu Eropa siap menerapkan sanksi-sanksi tambahan terhadap Moskow karena melanggar wilayah kedaulatan Ukraina.

Sementara itu hasil polling ini disambut gembira sebagian besar warga Crimea. "Hidup Putin, dia hebat, presiden hebat!" seru Olga Pelikova (52) seperti dilansir AFP, Senin (17/3/2014).

Warga Crimea lainnya berharap dengan bergabung ke Rusia, mereka akan ikut merasakan kemakmuran negeri itu yang bersumber dari cadangan minyaknya. Warga Crimea memasang kembang api untuk merayakan hasil referendum ini.

Namun bagi banyak etnis minoritas musim Tatar, hasil referendum ini membuat takut mereka. Warga muslim Tatar khawatir akan kembali mengalami penindasan yang dialami mereka selama berabad-abad di bawah pemerintahan Uni Soviet. Jumlah warga muslim Tatar yang mencakup 12 persen populasi Crimea, telah memboikot referendum tersebut.

"Ini tanah saya. Ini tanah para leluhur saya. Siapa yang menanyakan apakah saya menginginkannya atau tidak?" tutur Shevkaye Assanova, wanita Tatar berumur 40-an tahun.

"Seumur hidup saya, saya akan mengutuk mereka yang mendatangkan orang-orang tersebut (Rusia) ke sini. Saya tidak mengakui ini sama sekali," cetusnya.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads