Direktur Komunikasi PKR, Fahmi Fadzil, mengatakan, media Inggris yang menulis itu hanya mencari sensasi. Untuk saat ini, tudingan itu adalah spekulasi liar.
"Bila ada data konkret yang mendukung tudingan itu kami akan meresponsnya. Jika ada orang di pesawat yang pernah datang ke sidang Anwar itu hak mereka dan itu adalah sidang terbuka," terang Fahmi seperti diberitakan The Star, Minggu (16/3/2014).
"Kami tidak mau ini digunakan partai-partai lawan kami sebagai bahan serangan untuk PKR atau partai-partai yang tergabung dalam koalisi Pakatan Rakyat," sambungnya.
Saat ditanya apakah Fahmi pernah melihat kapten Shah di persidangan, dia mengaku tak ingat. "Lagipula itu adalah sidang terbuka," jawabnya.
Media Inggris Daily Mail sebelumnya menulis tentang sosok sang pilot yang disebut sebagai sosok fanatik terhadap pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, dan dugaan pembajakan mengarah ke motif politik.
Mail menulis beberapa jam sebelum terbang, Zaharie sempat mendatangi sidang kasus dugaan sodomi yang dilakukan oleh Anwar. Dalam sidang banding yang diajukan pemerintah Malaysia itu, Anwar dinyatakan bersalah dan dihukum penjara selama lima tahun. Bagi Anwar, putusan itu bernuansa politis untuk mengganjal jalannya di dunia politik.
Mengutip sumber di kepolisian, Mail menduga Shah kecewa dengan keputusan tersebut. Hingga akhirnya dia melampiaskannya pada pesawat Boeing 777-200 ER yang dikemudikannya ke Beijing.
Rekan kerja Zaharie mengatakan kepada penyidik, pilot veteran itu memang seorang aktivis sosial dan politik yang cukup vokal mendukung Anwar. Kepada rekannya, Shah sempat mengatakan hendak menghadiri sidang Anwar sebelum terbang.
(mad/try)










































