Diberitakan Reuters, Minggu (16/3/2014), pasukan Ukraina mulai bersiaga dengan posisi bertahan di Arbatskaya Strelka, wilayah yang menghubungkan pulau Crimea dengan tanah daratan Ukraina. Mereka berjajar mengambil posisi sampai sisi timur Crimea yang kini dikuasai oleh tentara Rusia.
Di sisi lain, disebutkan sebanyak 60 tentara Rusia sudah sampai di lokasi perbatasan Crimea dengan dataran Ukraina itu. Mereka mulai menggali tanah.
Dua jam kemudian, enam helikopter Rusia datang dengan membawa 60 prajurit lainnya di desa Strelkovoye. Salah seorang di antara mereka menyatakan, kedatangan mereka ini untuk mengamankan wilayah itu dari kemungkinan serangan teroris terhadap stasiun pompa gas yang ada di sana.
Kemenlu Ukraina lewat pernyataan resminya mendesak Rusia untuk menarik personel militernya dari wilayah
Ukraina. "Ukraina memiliki hak untuk menggunakan segala cara demi menghentikan invasi militer Rusia," demikian Kemenlu Ukraina.
Crimea, adalah wilayah yang dulunya milik Ukraina dan selama dua pekan terakhir diambil alih Rusia. Nasib wilayah peninsula itu akan ditentukan oleh referendum yang akan digelar pada hari Minggu ini.
Dalam referendum warga Crimea -yang mayoritas merupakan etnis Rusia ini disodori pilihan bergabung dengan federasi Rusia atau tetap berada di bawah Ukraina.
(fjr/fjp)










































