Ini Pernyataan Lengkap PM Najib Terkait Hilangnya MAS MH370

Laporan dari Malaysia

Ini Pernyataan Lengkap PM Najib Terkait Hilangnya MAS MH370

- detikNews
Sabtu, 15 Mar 2014 17:50 WIB
Ini Pernyataan Lengkap PM Najib Terkait Hilangnya MAS MH370
Kuala Lumpur - PM Malaysia Najib Razak memberi pernyataan cukup mengejutkan soal insiden hilangnya Pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH 370 yang membawa 239 orang. Disampaikan Najib, hilangnya pesawat tersebut dari layar radar sipil merupakan aksi kesengajaan yang dilakukan seseorang di dalam pesawat.

"Kemungkinan pembajakan masih ditelusuri, sebagaimana berbagai kemungkinan lainnya juga masih diselidiki," ujar pemimpin negeri Jiran itu dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Sama Sama, Kuala Lumpur, Sabtu (15/3/2014).

Berikut pernyataan lengkap PM Malaysia:

Tujuh hari lalu pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang. Kami memaklumi ini merupakan sebuah kondisi yang menyakitkan bagi keluarga penumpang pesawat tersebut. Perhatian dan doa kami menyertai mereka.

Saya mengapresiasi operasi pencarian yang masih berlangsung. Pada awal operasi, saya perintahkan area pencarian diperluas. Saya menginstruksikan otoritas Malaysia untuk berbagi semua informasi yang relevan secara terbuka dan transparan kepada tim investigasi yang lebih luas. Dan saya meminta kepada negara-negara sahabat dan sekutu kami untuk bergabung dalam operasi ini. Hingga hari ini, 14 negara, 43 kapal, dan 58 pesawat telah terlibat dalam operasi pencarian. Saya berterima kasih kepada semua pemerintahan atas bantuan mereka di saat yang krusial seperti ini.

Sejak hari pertama, otoritas Malaysia telah bekerja bergandengan tangan dengan mitra internasional kami - termasuk negara-negara tetangga, otoritas penerbangan dan kekuatan SAR multinasional - banyak yang telah berada di sini sejak Minggu (9/3).

Kami saling berbagi informasi waktu ke waktu dengan berbagai negara yang memiliki pengalaman untuk interpretasi data. Kami telah bekerja tanpa henti untuk mengawal investigasi ini. Dan kami meletakkan keamanan nasional kedua kami kepada pencarian pesawat yang hilang.

Kami menggelar pencarian di daratan, Laut China Selatan, Selat Malaka, Laut Andaman hingga Samudera Hindia. Pada setiap tahapan, kami bekerja berdasarkan informasi yang sudah diverifikasi.

Ada beberapa spekulasi yang beredar. Kami memahami kekecewaan/keputusasaan terhadap informasi yang diinginkan pihak keluarga dan semua yang melihat (perkembangan ini) di seluruh dunia. Tapi kami mempunyai tanggung jawab terhadap proses investigasi dan pihak keluarga untuk mengeluarkan informasi yang telah disahihkan. Motivasi utama kami adalah selalu untuk menemukan pesawat itu.

Pada fase pertama operasi pencarian, kami mencari di area dekat lokasi terakhir MH370 itu diketahui di Laut China Selatan. Pada saat yang sama, insiden hilangnya pesawat itu mendapat perhatian utama dari Angkatan Udara Malaysia, bahwa berdasarkan radar utama mereka, sebuah pesawat - yang identitas pesawatnya tidak dapat dikonfirmasi - melakukan putar balik (turn-back). Radar utama itu menunjukkan pergerakan pesawat berada di sebelah utara Selat Malaka.

Data yang diterima, dimana telah dibenarnkan otoritas internasional yang relevan, kami meluaskan area pencarian termasuk ke Selat Malaka, dan terakhir Laut Andaman.

Pagi-pagi tadi, saya diberi arahan oleh tim investigasi - di mana di dalamnya termasuk FAA, NTSB, AAIB, otoritas Malaysia, dan pelaksana tugas Menteri Perhubungan - tentang informasi baru tentang apa yang terjadi pada MH370.

Berdasarkan informasi satelit, kami dapat mengatakan bersama keyakinan tinggi bahwa Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) telah tidak difungsikan beberapa saat sebelum pesawat itu mencapai pantai timur semenanjung Malaysia. Tak lama setelah itu, dekat perbatasan antara Malaysia dan Vietnam, transponder pesawat MH370 teah dimatikan sengaja.

Dari point ini, radar utama Angkatan Udara Malaysia menunjukkan bahwa pesawat yang diyakini - tapi belum terkonfirmasi- sebagai MH370 telah bergerak putar balik (turn-back). Pesawat kemudian terbang ke arab barat di atas semenanjung Malaysia sebelum akhirnya ke arah barat laut. Sampai pada titik di mana pesawat itu hilang dari cakupan radar primer/utama militer, pergerakan pesawat konsisten seperti sengaja dilakukan seseorang di pesawat.

Hari ini, berdasarkan data satelit utama bahwa didapati dari provider service data satelit, kami dapat mengkonfirmasi bahwa pesawat yang tertangkap dalam radar utama adalah MH370. Setelah semua forensik dilakukan, FAA, NTSB, AAIB, dan otoritas Malaysia, yang bekerja secara terpisah juga memiliki data yang sama.

Berdasarkan data baru itu, komunikasi terakhir antara pesawat dengan satelit terjadi pukul 08.11 pagi waktu Malaysia, pada Sabtu 8 Maret 2014. Tim investigasi membuat kalkulasi di mana akan mengindikasikan sejauh apa pesawat itu dapat terbang setelah kontak terakhir ini. Data ini akan membantu kita memperbarui pencarian.

Karena tipe data satelit, kami tak dapat mengkonfirmasi lokasi tepat pesawat ketika kontak terakhir dengan satelit.

Namun bagaimanapun, berdasarkan data baru ini, otoritas penerbangan Malaysia dan mitra internasionalnya telah menetukan bahwa komunikasi terakhir pesawat dengan satelit berada di antara dua kemungkinan koridor. Pertama, koridor utara yang terbentang dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan ke sebelah utara Thailand. Kedua, koridor selatan yang terbentang dari Indonesia ke arah selatan Samudera Hindia.

Perkembangan terbaru otoritas Malaysia memfokus ulang investigasi mereka terhadap kru dan seluruh penumpang pesawat. Meskipun media melaporkan pesawat telah dibajak, saya berharap hal itu bisa menjadi lebih jelas, kami masih menginvestigasi semua kemungkinan yang menyebabkan pesawat MH370 keluar dari jalur asli penerbangannya.

Informasi baru satelit ini memiliki dampak signifikan kepada cakupan operasi pencarian.

Kami memutuskan menghentikan operasi di Laut China Selatan dan menempatkan ulang aset militer dari sana.

Kami bekerja sama dengan negara-negara yang terkait jalur ini untuk meminta data yang sesuai untuk pencarian. Termasuk data radar.

Karena dua koridor ini melibatkan banyak negara, kedutaan kami di negara-negara tersebut telah dipanggil untuk diarahkan terkait informasi baru ini oleh Menlu Malaysia dan pakar-pakar teknis. Saya juga telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Malaysia untuk menyiapkan sebuah pengarahan penuh kepada kedubes-kedubes Malaysia di negara yang warganya menjadi penumpang MH370.

Jelasnya, pencarian MH370 telah memasuki fase baru. Setelah tujuh hari, kami mengikuti setiap arahan dan melihat berbagai kemungkinan. Kepada para keluarga dan teman-teman yang terlibat, kami berharap informasi baru ini membawa kita satu langkah lebih dekat untuk menemukan pesawat itu.

Sekian

(rmd/ndr)



Berita Terkait