Pemerintah Malaysia menghentikan pencarian Malaysia Airlines MH370 di zona timur, Laut China Selatan. Penghentian itu menyusul adanya data baru dari radar militer bahwa pesawat tersebut kemungkinan menuju dua koridor area setelah putar balik (turn-back) ke arah barat di atas Selat Melaka.
Perdana Menteri Datuk Sri Mohd Najib Tun Razak mengungkapkan, berdasarkan data terbaru dari otoritas penerbangan Malaysia dan lembaga-lembaga relevan internasional lainnya menetapkan pesawat berpenumpang 239 orang itu hilang kontak komunikasi dengan satelit kemungkinan di titik antara dua koridor.
Pertama, koridor utara yang terbentang dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan ke sebelah utara Thailand. Kedua, koridor selatan yang terbentang dari Indonesia ke arah selatan Samudera Hindia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Najib mengatakan, menyusul data satelit terbaru tersebut, pihaknya memutuskan menghentikan operasi di Laut China Selatan dan menempatkan ulang aset militernya dari sana.
"Kami bekerja sama dengan negara-negara yang terkait jalur ini untuk meminta data yang sesuai untuk pencarian. Termasuk data radar," tuturnya
(rmd/ndr)











































