Media lokal memberitakan bahwa polisi menembak mati seorang penyerang. Beberapa foto beredar di dunia maya memperlihatkan beberapa mayat di jalan dan polisi yang membawa tersangka ke tahanan. Foto-foto tersebut belum dipastikan kebenarannya, demikian dilansir Reuters, Sabtu (15/3/2014).
Polisi Changsa mengatakan bahwa seorang tersangka di insiden tersebut bekerja sebagai penjual roti yang terlibat argumen dengan pembeli. Media lokal Xinhua mengabarkan bahwa penusukan itu terjadi antara pedagang Hebir Tudri dan Memet Abla di pasar saat pagi hari. Dari namanya, keduanya diindikasikan sebagai etnis Uighur dari Xinjiang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China masih gelisah akibat penusukan masal di stasiun kereta di Kunming 2 minggu lalu. Sebanyak 29 orang meninggal dan 140 luka-luka akibat insiden tersebut.
Dalam peristiwa tersebut, pemerintah China menyalahkan militan dari Xinjiang yang merupakan basis etnis minoritas Uighur muslim. Beijing belum secara eksplisit menuduh Uighur melaksanakan serangan Kunming, tapi dengan memanggil pelaku ekstrimis Xinjiang, implikasinya sudah jelas.
Banyak masyarakat etnis Uighur yang marah dengan pembatasan Cina pada budaya dan agama mereka, meskipun pemerintah mengatakan mereka diberi kebebasan yang luas.
(rvk/rvk)











































