Chief Executive Officer (CEO) MAS's subsidiary Firefly, Ignatious Ong Ming Choy menegaskan bahwa nomor telepon yang melakukan panggilan misterius tersebut berasal dari nomor Amerika Serikat. Hal ini, menurut Ignatious telah diidentifikasi oleh sebuah perusahaan telekomunikasi yang diberi wewenang oleh MAS.
Demikian seperti dilansir kantor berita Malaysia, Bernama, Jumat (14/3/2014).
Perihal panggilan telepon misterius ini dilaporkan oleh salah satu keluarga penumpang asal China kepada pihak MAS pekan ini. Keluarga tersebut mengklaim sempat menerima panggilan telepon yang dialihkan dari sebuah nomor misterius, tepat setelah pesawat MH370 dinyatakan hilang kontak.
Keluarga penumpang ini menyerahkan nomor misterius tersebut kepada Ong ketika dilakukan pertemuan antara otoritas Malaysia dan pihak MAS dengan keluarga penumpang di sebuah hotel di Beijing, China.
Keluarga tersebut mendesak MAS untuk menyelidiki secara mendalam asal nomor misterius tersebut. Saat itu, si keluarga penumpang meyakini bahwa nomor misterius tersebut bisa membantu pelacakan lokasi MH370 yang masih hilang hingga saat ini.
Rumor mengenai panggilan misterius ini sempat beredar luas di internet dan memicu harapan baru mengenai keberadaan pesawat MAS MH370 tersebut. Namun sayangnya, misteri lain mengenai terdengarnya nada sambung dari sejumlah telepon genggam penumpang MH370 yang dihubungi keluarga mereka usai hilang kontak terjadi, juga belum terjawab.
Sejumlah keluarga penumpang bersikeras mendengar nada sambung dari nomor telepon genggam keluarga mereka hingga Rabu (12/3). Nomor-nomor telepon genggam penumpang tersebut telah diserahkan kepada otoritas Malaysia dengan harapan bahwa keluarga mereka berhasil mendarat di suatu tempat. Namun hingga kini belum juga ada jawaban atas misteri tersebut.
(nvc/ita)











































