AS Kerahkan Kapal USS Kidd ke Samudera Hindia Untuk Cari Pesawat MAS

AS Kerahkan Kapal USS Kidd ke Samudera Hindia Untuk Cari Pesawat MAS

- detikNews
Jumat, 14 Mar 2014 03:11 WIB
AS Kerahkan Kapal USS Kidd ke Samudera Hindia Untuk Cari Pesawat MAS
Kuala Lumpur - Otoritas AS menanggapi hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) di wilayah Samudera Hindia. Kapal USS Kidd milik AS pun langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian pesawat dengan nomor penerbangan MH370 itu.

Seperti diberitakan ABC News yang dilansir dari The Star, Jumat (14/3/2014), seorang pejabat senior Pentagon mengatakan, kapal tipe destroyer itu membutuhkan 24 jam untuk mencapai posisi yang diduga menjadi lokasi jatuh pesawat.

"Kami memiliki indikasi bahwa pesawat itu telah jatuh di Samudera Hindia," ujar pejabat senior itu.

Sementara, kapal AS lainnya, USS Pinckney, tetap berada di Teluk Thailand. Namun masih belum jelas apakah kapal itu masih akan melakukan pencarian setelah satu pekan tanpa hasil.

Pejabat itu juga sebelumnya mengatakan ada dugaan bahwa pesawat itu terbang selama 4 atau 5 jam sebelum menghilang dari radar. Mereka juga menduga pesawat jatuh ke lautan.

AS langsung bergerak beberapa jam setelah pemerintah Malaysia mengatakan untuk memperluas pencarian hingga Laut Andaman, bagian barat Malaysia. Mereka juga meminta bantuan India untuk mencari hilangnya pesawat yang mengangkut 239 penumpang itu.

Penyidik juga mengatakan bahwa pejabat AS memberikan alasan untuk tetap melakukan pencarian di perairan sebelah barat Malaysia. Lokasi itu jauh dari jalur penerbangan pesawat berpenumpang 239 orang itu.

Menhan Malaysia Datuh Seri Hishammuddin Hussein mengatakan fokus utama pencarian tetap berada di Laut China Selatan. Lokasi itu merupakan bagian timur Malaysia yang merupakan rute penerbangan pesawat itu dari Kuala Lumpur ke Beijing. Namun, baru-baru ini pencarian diperluas hingga perairan bagian barat Malaysia.

Digesernya pencarian USS Kidd diduga terkait analisis mantan pilot British Airways, Alastairs Rosenschein. Alastaird menduga pesawat kehilangan tekanan kabin dan membuat pingsan seluruh penumpang serta awaknya. Sehingga pesawat berbalik arah dan terbang hingga jauh ke Samudera Hindia, antara Madagaskar dengan Australia.


(dha/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads