"Malaysia tidak memiliki apapun untuk disembunyikan. Dari hari pertama, kami secara reguler menghubungi negara-negara tetangga, dan menerima semua tawaran internasional untuk membantu," ujar Pelaksana Tugas Menteri Transportasi Malaysia Datuk Sri Hishamuddin Tun Husein di Hotel Sama Sama, KLIA, Malaysia, Kamis (13/3/2014).
Hisham mengakui, pemerintahnya telah mengikuti protokol yang ditetapkan organisasi penerbangan sipil internasional (International Civil Aviation Organization) sejak pertama kali insiden terjadi.
Menteri Pertahanan Malaysia ini juga mengatakan banyak momen ketika pemerintah Malaysia tidak dapat segera merespon informasi yang beredar. Dia mencontohkan isu soal sejumlah radar yang mendapatkan sinyal.
"Karena mereka perlu menganalisis dan mengkonfirmasi dulu oleh agensi lain sebelum mengumumkan," jelasnya.
Dia juga mengatakan banyak yang telah dilakukan dalam operasi ini seperti perluasan area pencarian. Beberapa pihak mengklaim Malaysia lambat dalam mencari.
"Itu tidak benar. Faktanya, kami meluaskan pencarian," tuturnya.
(rmd/mad)











































