Abdul Jalil bin Hassan dari Malaysia Crisis Intervention Team mengatakan, secara umum kondisi psikologi keluarga penumpang mulai stabil setelah melalui masa-masa kritikal.
"Sejauh ini keluarga penumpang yang di sini stabil selepas 72 jam kemarin. Sejak Sabtu lalu yang kritis itu, sekarang sudah normal. Kalau ada sedikit sedih itu wajar, tapi itu stabil," kata Jalil di Hotel Everly, Putrajaya, Malaysia, Kamis (13/3/2014).
Jalil mengatakan hingga hari ini, ada lebih kurang 150 keluarga penumpang yang menginap di Hotel Everly, termasuk keluarga dari Indonesia.
Jalil mengakui, memang banyak kelurga penumpang yang mengalami kejenuhan setelah 6 hari menunggu 'ketidakpastian' soal anggota keluarga mereka di pesawat nahas tersebut.
"Kalau ada yang jenuh atau mengalami kebosanan, kita membawa mereka berjalan-jalan ke luar supaya mereka tidak penat," tuturnya.
Tim ini terdiri dari 45 pegawai. Mereka bekerja setiap hari yang dibagi kepada 4 shift. Setiap shift selama 6 jam. Setiap shift bekerja sebanyak 10-20 petugas.
Malaysia Airlines memberikan pelayanan penginapan kepada keluarga penumpang di Hotel Everly Putrajaya dan Cyberview Resort and Spa. Di Hotel Everly, umumnya kelurga dari penumpang warga Malaysia dan Indonesia. Sementara keluarga penumpang China diinapkan di Cyberview Resort and Spa.
Keluarga penumpang WNI yang menginap di Hotel Everly adalah keluarga dari Ferry Suadaya dan Herry Suadaya. Keluarga dari Sugianto dan Vinny telah kembali ke Indonesia pada Selasa (11/3).
Keluarga dari Firman Chandra Siregar, yaitu Leonard Siregar menginap di Wisma Damai, kediaman Wakil Dubes RI Hermono. Christin Siregar, kakak dari Firman yang juga diplomat RI di Meksiko sempat datang ke Malaysia Senin lalu, namun kemarin pulang ke Medan.
(rmd/mad)











































